KUTACANE | Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Aceh Tenggara disambut penuh khidmat oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan tenaga kesehatan yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Tenggara. Momentum hari besar keagamaan itu dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
Melalui sebuah ucapan resmi yang disampaikan bersama jajaran pengurus dan anggota, Ketua IDI Cabang Aceh Tenggara, Dr. Ike Yoganita Bangun, Sp.B, FINACS, mengucapkan, “IDI Cabang Aceh Tenggara beserta jajaran mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026.”
Ucapan tersebut disampaikan dalam suasana penuh kebersamaan yang menggambarkan kekompakan para dokter dan tenaga medis di daerah itu. Dalam momen Idul Adha yang identik dengan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial, IDI Aceh Tenggara mengajak masyarakat untuk menjadikan hari raya kurban sebagai pengingat pentingnya rasa empati terhadap sesama.
Dr. Ike Yoganita Bangun menyampaikan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan juga momentum spiritual yang mengajarkan manusia tentang arti ketulusan dan pengabdian. Nilai-nilai itu, menurutnya, sangat relevan dengan profesi tenaga kesehatan yang setiap hari dituntut hadir melayani masyarakat tanpa mengenal waktu.
Ia menuturkan bahwa semangat berkurban yang diwariskan melalui kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS hendaknya menjadi inspirasi dalam kehidupan sosial maupun pelayanan publik. Pengorbanan tidak selalu dimaknai dalam bentuk materi, tetapi juga melalui dedikasi, perhatian, dan kepedulian kepada orang lain.
Dalam suasana Idul Adha tahun ini, IDI Cabang Aceh Tenggara juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarwarga, terutama di tengah berbagai tantangan kesehatan dan sosial yang masih dihadapi masyarakat. Kebersamaan dinilai menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang sehat, harmonis, dan saling mendukung.
Selain itu, para tenaga medis di Aceh Tenggara diharapkan terus menjaga profesionalisme dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Di tengah aktivitas pelayanan kesehatan yang padat, momentum hari raya menjadi ruang untuk memperkuat nilai kemanusiaan sekaligus mempererat hubungan emosional antara tenaga kesehatan dan masyarakat.
Perayaan Idul Adha di Aceh Tenggara sendiri berlangsung dalam suasana religius dan penuh kekeluargaan. Sejumlah masjid dipadati jamaah yang melaksanakan shalat Id, sementara prosesi penyembelihan hewan kurban dilakukan di berbagai desa dan kecamatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Melalui ucapan tersebut, IDI Cabang Aceh Tenggara berharap Hari Raya Idul Adha membawa keberkahan, kedamaian, dan kesehatan bagi seluruh masyarakat. Semangat pengorbanan yang menjadi inti perayaan diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (RED)












































