Aceh Tenggara – Umat Muslim di Aceh Tenggara bersama jutaan umat Islam di seluruh dunia kembali menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, momentum tahunan yang sarat makna keagamaan dan sosial. Di tengah suasana haru dan penuh kebersamaan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara, Syukur Selamat Karo Karo, SE, M.Si., Ak, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan moral kepada masyarakat luas agar Idul Adha menjadi refleksi penguatan karakter pribadi dan kolektif.
Dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (19/5/2026), Syukur Selamat menegaskan, Idul Adha setiap tahun adalah saat yang sangat dinantikan sebagai penanda puncak keikhlasan seorang hamba dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah kurban. Lebih jauh, Idul Adha juga menjadi panggung besar bagi seluruh komponen masyarakat untuk membumikan nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian kepada sesama, mulai dari lingkungan keluarga, tetangga, hingga masyarakat luas. Dalam suasana penuh syukur itu, ia mengajak seluruh masyarakat Aceh Tenggara memaknai kurban bukan sekadar ritual, melainkan perekat solidaritas sosial yang nyata di tengah tantangan kehidupan saat ini.
Syukur menuturkan, pelaksanaan ibadah kurban di berbagai masjid dan meunasah di Aceh Tenggara berjalan dengan khidmat. Para panitia kurban dan relawan bekerja dengan penuh tanggung jawab memastikan proses pembagian daging sampai kepada masyarakat yang berhak menerima. Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perangkat desa, tokoh agama, serta kelompok masyarakat yang telah bersama-sama menjaga transparansi dalam pendistribusian hewan kurban, sebagai wujud nyata sikap akuntabel yang sejalan dengan nilai-nilai yang diemban BPKD dalam tata kelola keuangan daerah.
“Kami percaya, semangat berkurban yang dipraktikkan hari ini, selain menjadi bentuk ibadah kepada Allah SWT, juga sekaligus membangun kepercayaan dan kejujuran dalam hubungan sosial. Inilah modal utama kita dalam membangun Aceh Tenggara yang lebih adil, makmur, dan berdaya saing,” ujarnya.
Syukur juga mengingatkan bahwa makna Idul Adha lebih luas dari upacara seremonial. Ia berharap Idul Adha mampu menjadi momentum bagi aparatur pemerintahan maupun masyarakat umum untuk mempertebal keimanan, menumbuhkan jiwa sosial, serta memperkuat kejujuran dan sikap saling membantu, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun dalam mengelola tugas-tugas pelayanan publik.
Ia menambahkan, seiring pertumbuhan zaman dan perubahan sosial, semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dipelihara dan diwariskan. Pemerintah daerah melalui berbagai program sosial dan pembangunan, kata Syukur, akan selalu berkolaborasi dengan masyarakat untuk memastikan nilai-nilai kebajikan yang dipelajari dari Idul Adha tidak hanya hidup di masa perayaan, tetapi juga menjadi kebiasaan sehari-hari.
Menutup pesannya, Syukur Selamat Karo Karo berharap, seluruh masyarakat Aceh Tenggara dapat mengambil hikmah dari Idul Adha tahun ini sebagai pendorong perubahan ke arah lebih baik, serta terus menebarkan semangat kebaikan tanpa memandang perbedaan. “Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua, memberikan kekuatan untuk senantiasa berbuat jujur, adil, berbagi, dan menjadikan Aceh Tenggara daerah yang semakin rukun dan harmonis,” pungkasnya. (RED)












































