Aceh Tenggara – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengajak seluruh warganya untuk menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana memperkuat keteladanan serta memperdalam nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut disampaikan dalam bentuk ucapan resmi pemerintah daerah yang dirilis pada peringatan Maulid Nabi, 12 Rabiul Awal 1447 Hijriah atau bertepatan dengan 4 September 2025.
Ucapan selamat memperingati hari Maulid Nabi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., dan Wakil Bupati dr. Heri Al Hilal. Keduanya tampil dalam balutan busana yang kental dengan nuansa kebudayaan lokal, yang menjadi bagian dari identitas masyarakat di wilayah dataran tinggi tersebut.
“Semoga dengan memperingati hari kelahiran Beliau, kita semakin dikuatkan untuk meneladani sifat-sifat luhur Rasulullah, mengamalkan ajaran-ajaran Beliau, dan menebar kebaikan di sekitar kita,” demikian bunyi pernyataan resmi yang disampaikan dalam desain visual yang menghiasi ruang publik dan platform media sosial pemerintah kabupaten.
Pemerintah daerah juga menampilkan latar arsitektur Islami dalam desain tersebut, dengan ilustrasi masjid utama di belakang ucapan sebagai simbol penguatan nilai religius di tengah masyarakat. Nuansa warna yang digunakan mewakili keberagaman budaya serta semangat ukhuwah yang menjadi dasar penguatan sosial di Aceh Tenggara.
Peringatan Maulid Nabi di Kabupaten Aceh Tenggara setiap tahunnya menjadi bagian penting dari kehidupan beragama masyarakat. Selain sebagai perayaan spiritual, momen ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
Bupati dan Wakil Bupati mengajak segenap masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Maulid sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus menanamkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin melalui sikap toleransi, persatuan, dan kepedulian sosial.
Dengan peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara berharap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan moral di era modern.







































