PDAM Tirta Agara Luncurkan Sistem Pengaduan dan Pembayaran Berbasis Aplikasi untuk Tingkatkan Pelayanan Pascabencana

ALASTA NEWS

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 19:46 WIB

50428 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane — Pelaksana Tugas (Plt) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Aceh Tenggara, Mat Budiaman, mengambil langkah-langkah strategis yang cukup signifikan guna memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Langkah ini menjadi sangat penting mengingat Aceh Tenggara beberapa bulan terakhir mengalami bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang yang berdampak cukup serius pada berbagai infrastruktur jaringan air bersih di daerah tersebut.

Banjir bandang yang melanda beberapa wilayah Aceh Tenggara menyebabkan kerusakan parah pada jaringan pipa distribusi air dan mengganggu suplai air bersih ke banyak pelanggan. Dampak kerusakan ini bukan hanya menimbulkan kesulitan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan air setiap hari, melainkan juga menghadirkan tantangan besar bagi PDAM dalam melakukan pemulihan layanan secara menyeluruh dan cepat.

Menghadapi tantangan tersebut, Mat Budiaman dengan sigap menginisiasi sejumlah inovasi yang mampu mempercepat proses pengaduan dan perbaikan layanan. Salah satunya adalah pengembangan sistem pengaduan berbasis aplikasi ponsel dan grup komunikasi terpadu yang menghubungkan pelanggan dengan petugas lapangan. Melalui sistem ini, masyarakat dapat langsung melaporkan gangguan layanan, seperti kebocoran pipa atau gangguan tekanan air, secara mudah dan cepat. Sementara itu, petugas PDAM dapat secara real-time menerima laporan serta menindaklanjuti permasalahan berdasarkan lokasi dan tingkat prioritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasca banjir bandang, kami dituntut bergerak cepat. Sistem ini membantu kami memetakan persoalan dan langsung mengambil tindakan,” ungkap Mat Budiaman saat ditemui di kantor pusat PDAM Aceh Tenggara, Rabu (15/4/2026). Ia menambahkan bahwa sistem pengaduan ini terintegrasi secara menyeluruh dengan seluruh cabang PDAM yang tersebar di berbagai kecamatan, sehingga efektivitas respon lapangan dapat terjaga dengan baik.

Inovasi bukan hanya diterapkan untuk menangani keluhan pelanggan saja, melainkan juga untuk pembenahan internal PDAM. Mat Budiaman membentuk grup khusus yang menghubungkan seluruh karyawan melalui aplikasi komunikasi digital. Tujuannya adalah meningkatkan koordinasi, memantau kehadiran, dan mengawasi kedisiplinan di antara pegawai. Setiap pelanggaran disiplin, seperti keterlambatan hadir atau ketidakhadiran tanpa alasan jelas, akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kedisiplinan menjadi hal utama, terutama di masa pemulihan ini. Kami ingin memastikan seluruh tim bekerja maksimal demi melayani masyarakat,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dengan pengawasan ketat semacam ini, kinerja pegawai PDAM dapat lebih transparan dan dapat langsung dievaluasi oleh manajemen.

Tidak berhenti pada aspek internal dan pelayanan, Mat Budiaman juga aktif menjalin komunikasi dengan berbagai instansi pemerintahan di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat. Koordinasi ini difokuskan untuk mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang. Perbaikan meliputi normalisasi sumber air, perbaikan dan penggantian jaringan pipa distribusi yang rusak, serta peningkatan sistem operasional agar lebih adaptif dan tahan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan kondisi layanan ke tingkat optimal, tetapi juga membangun ketahanan sistem pelayanan air bersih yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Mat Budiaman menegaskan bahwa tantangan ke depan adalah bagaimana meminimalkan risiko gangguan yang diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem dan perubahan lingkungan yang semakin sering terjadi.

Masyarakat Aceh Tenggara sendiri merespons langkah cepat dan inovasi yang dilakukan oleh PDAM dengan positif. Beberapa warga mengaku merasa jauh lebih mudah melaporkan permasalahan layanan air bersih yang mereka alami. Bahkan, frekuensi perbaikan yang kini berjalan lebih cepat menunjukkan bahwa pelayanan PDAM semakin mengarah ke arah yang lebih profesional dan responsif.

“Dulu, kalau ada gangguan air, kami harus menunggu lama sampai petugas datang. Sekarang, tinggal kirim laporan lewat aplikasi, petugas datang cepat,” kata seorang pelanggan PDAM dari Kecamatan Ketambe. Ucapan serupa juga datang dari warga Desa Lawe Penanggalan yang mengapresiasi upaya rehabilitasi yang terus dilakukan meskipun kendala jalan rusak dan akses sulit masih menjadi hambatan.

Dalam perspektif yang lebih luas, keberhasilan pemulihan dan peningkatan pelayanan PDAM Aceh Tenggara ini menjadi contoh penting dalam pengelolaan sumber daya air di daerah rawan bencana. Kondisi alam yang tidak selalu bersahabat menuntut tata kelola yang adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima. Peran strategis sosok pimpinan seperti Mat Budiaman dalam menghadirkan inovasi dan sinergi lintas sektor merupakan titik awal yang mampu menjawab harapan masyarakat akan air bersih yang terjamin kualitas dan kontinuitasnya.

Dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi yang terus dijaga, PDAM Aceh Tenggara di bawah kepemimpinan Plt Mat Budiaman dipercaya akan bangkit dari luka bencana, melanjutkan perbaikan, serta mewujudkan pelayanan air bersih yang semakin handal demi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Aceh Tenggara. Langkah ini menjadi cermin bahwa pengelolaan sumber daya vital seperti air harus senantiasa diperbarui dan dijaga agar tetap mampu menghadapi tantangan masa kini maupun masa depan

Laporan : Zulkifli

Berita Terkait

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI
Sertifikat Tanpa Nama dan Tanda Tangan, LSM KOMPAK: Panitia Pelatihan Ngekhane Cederai Motto Perbaikan Pemerintahan SAH
Irigasi Lawe Harum Diduga Gagal Fungsi, Warga dan Aktivis Desak Pemerintah serta APH Segera Lakukan Audit Menyeluruh
Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap
Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Santuni Santri Berprestasi di Aceh Tenggara
Kapolda Aceh Apresiasi Kekompakan Polres Aceh Tenggara, Kunjungan Kerja Berlangsung Penuh Kehangatan dan Semangat Kebersamaan
Sigap di Tengah Bencana, Personel Polsek Lawe Sigala-gala Bantu Warga Melintas di Lokasi Banjir Bandang
Polsek Lawe Sigala-gala Kawal Pembagian Makan Malam bagi Korban Banjir Bandang di Desa Lawe Tua Persatuan

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 19:16 WIB

Pengacara di Langkat Dituding Wanprestasi, Keluarga Korban Sebut Tidak Pernah Melihat Perjuangan Nyata di Lapangan

Kamis, 29 Januari 2026 - 01:18 WIB

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Rutan Kelas IIB Tanjung Pura, Tinjau Langsung Progres Pemulihan Pascabanjir dan Pastikan Layanan Pemasyarakatan Tetap Berjalan Optimal

Kamis, 15 Mei 2025 - 16:45 WIB

GEMAPALA : Ucapan Petinggi Nasdem “Ricky Antony” Pertanda Genderang Perang Dimulai

Minggu, 30 Maret 2025 - 15:56 WIB

Ramadhan Tahun 2025 Media Teropong Barat.com Bersama Donatur Berbagi Sembako, Santunan kepada Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin

Jumat, 21 Maret 2025 - 05:28 WIB

Panen Raya Padi, Lapas Narkotika Langkat Wujudkan Program Ketahanan Pangan Nasional

Minggu, 16 Maret 2025 - 01:24 WIB

Pengurus PPTQ Ibnul Jauzi gelar Diskusi Ramadhan dan salurkan Paket Sembako

Jumat, 17 Januari 2025 - 20:40 WIB

Dandenpom I/5 Hadiri Kunjungan Kerja Pangdam I/BB di Langkat dalam Perang Melawan Narkoba

Jumat, 3 Januari 2025 - 00:41 WIB

Tokoh Pemuda Desa Mangga Apresiasi Baznas Kabupaten Langkat Berikan Bantuan Pendidikan Bagi Anak Yatim , dan Kursi Roda

Berita Terbaru

error: Content is protected !!