Pemerintah Aceh Tenggara Tuntut Penertiban Spanduk Ilegal Bermuatan Ujaran Kebencian, Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Demokrasi

ZULKIFLI, S.KOM

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026 - 23:42 WIB

50302 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengambil sikap tegas menanggapi pemasangan spanduk tanpa izin yang memuat ujaran kebencian terhadap Bupati Aceh Tenggara. Spanduk ini ditemukan di beberapa titik di Banda Aceh pada Selasa (21/4/2026), menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus disampaikan secara konstruktif dan beretika, bukan dengan cara menyebarkan fitnah yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, menyampaikan bahwa pemerintah sangat menghargai aspirasi dan kritik dari masyarakat sebagai bagian dari demokrasi. Namun, tindakan pemasangan spanduk berisi ujaran kebencian yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan tanpa izin adalah pelanggaran serius. Menurutnya, isi spanduk tersebut bukan kritik yang membangun melainkan bentuk serangan terhadap integritas dan nama baik pimpinan daerah yang tidak dapat diterima.

“Pemerintah daerah terbuka terhadap kritik yang membangun, namun apa yang tertuang dalam spanduk itu adalah fitnah dan hujatan yang tidak boleh dibiarkan. Ini merupakan tindakan tidak bertanggung jawab dan melanggar norma serta etika,” kata Yusrizal kepada awak media, Rabu (22/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Aceh Tenggara juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk segera menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membersihkan dan menertibkan seluruh spanduk ilegal tersebut sesuai ketentuan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum dan Keindahan Lingkungan. Selain itu, Yusrizal mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam pemasangan dan penyebaran ujaran kebencian tersebut.

“Tindakan ini berpotensi mengganggu stabilitas dan iklim kondusif di masyarakat. Kami harap aparat bertindak cepat dan tegas, agar memberikan efek jera,” ujarnya.

Kejadian ini mendapat perhatian luas dari masyarakat Aceh Tenggara yang selama ini berkomitmen menjaga persatuan dan kerukunan di tengah dinamika pembangunan daerah. Pemasangan spanduk berisi ujaran kebencian seperti ini dikhawatirkan dapat memicu konflik sosial dan menimbulkan ketegangan yang malah menghambat proses pembangunan dan pelayanan publik.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpancing oleh provokasi, dan lebih mengevaluasi dengan bijak setiap informasi yang diterima. Mengawal proses demokrasi yang sehat memerlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan mencegah perpecahan.

Yusrizal menegaskan, Aceh Tenggara adalah “Bumi Sepakat Segenep” yang berkomitmen pada nilai persatuan dan kerja sama untuk mensejahterakan warga. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar iklim demokrasi yang kondusif tetap terjaga. “Mari kita semua menjaga persatuan agar pembangunan dan kemajuan daerah tidak terhambat,” ucapnya menutup.

Kasus ini menjadi peringatan penting bahwa kebebasan berpendapat dalam demokrasi wajib diimbangi tanggung jawab sosial dan norma hukum. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat harus bersinergi mencegah penyebaran ujaran kebencian yang dapat merusak tatanan sosial serta melemahkan kapal besar pembangunan daerah.

Dengan berbagai langkah tegas dan edukasi kepada masyarakat, Aceh Tenggara berharap dapat terus menjadi daerah yang aman, damai, dan demokratis, sekaligus maju dan berdaya saing. Semua pihak diharapkan memahami bahwa menjaga keutuhan sosial adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang lebih baik.

(Red)

Berita Terkait

Polisi Bersama Masyarakat,Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Pimpin Kegiatan Aksi Green Policing
Polisi Bersama Masyarakat:, Polres Aceh Tenggara Berangkatkan 35 Calon Anggota Saka Bhayangkara untuk Perkemahan Perjusami
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Aceh Tenggara Sentuh Hati Penghuni Rutan Lewat Siraman Rohani
Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Lepas Personel Ikuti Tes Kesamaptaan Jasmani
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu
Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Aceh Tenggara Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
Hadir di Rakor TNGL, Abi Hasan Tegaskan: “Jaga Hutan Iya, Tapi Sejahterakan Juga Rakyat yang Menjaganya!”
Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Sambangi Masyarakat Desa Pulonas

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Pemerintah Pusat Turut Bertanggungjawab Atas Anjloknya APBD Kab Siak Hampir Ro. 1 Triliyun Pendidikan Kesehatan Infrastruktur Terancam jadi Korban!!!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

PLN Perkuat Sinergi dengan DPRD Kepulauan Anambas untuk Tingkatkan Layanan Kelistrikan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Polsek Babussalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Sisa Panen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:41 WIB

Fidiel Castro Minta Evaluasi Kepala SD-SMP Negeri, Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Kepsek SMAN Plus Riau Luruskan Isu LKBB, Tegaskan Jaga Kepercayaan Sponsor

Rabu, 16 September 2026 - 00:40 WIB

PPWI Ogan Ilir Datangi BPK Sumsel, Tantang Kejelasan Larangan Sekolah Bermitra dengan Media

Berita Terbaru

error: Content is protected !!