ACEH TENGGARA – Upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan nyaman terus dilakukan Polres Aceh Tenggara. Melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama satu minggu, jajaran Polres Aceh Tenggara menertibkan 46 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Knalpot hasil penertiban kemudian dimusnahkan di Lapangan Apel Mapolres Aceh Tenggara, yang turut dihadiri Bupati Aceh Tenggara, Forkopimda, Kasatpol PP, para camat, serta insan wartawan.

Penertiban tersebut tidak hanya berorientasi pada tindakan, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA. menegaskan, penertiban knalpot brong bukan sekadar mengurangi kebisingan, tetapi juga bagian dari membangun budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.
“Kita ingin generasi muda memahami bahwa jalan raya adalah ruang bersama. Berkendara boleh, tetapi harus tertib, menghargai pengguna jalan lain dan mengutamakan keselamatan. Penertiban ini bukan hanya soal tindakan, tetapi juga edukasi dan pembinaan,” ujarnya
Ia menambahkan, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi perlu menjadi perhatian bersama karena banyak ditemukan pada kalangan remaja dan pelajar. Kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan perilaku berkendara yang tidak tertib, seperti kebut-kebutan maupun balap liar.
Menariknya, sebagian knalpot hasil penertiban akan dimanfaatkan menjadi tugu berbentuk ikan mas. Tugu tersebut diharapkan menjadi simbol edukasi sekaligus pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.
“Dari sesuatu yang mengganggu, kita ubah menjadi pengingat. Harapannya, pesan tertib berlalu lintas terus melekat di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara mengapresiasi langkah Kapolres dan jajaran dalam pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mengajak Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, para guru, orang tua, ulama, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan pembinaan kepada para pelajar sebagai generasi penerus.
Melalui sinergi seluruh pihak, Polres Aceh Tenggara berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta situasi yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif di Kabupaten Aceh Tenggara. (Red)








































