ACEH TENGGARA — Kapolsek Bambel Iptu Yusnaidi menjadi inspektur upacara bendera di SMAS dan SMPS Darul Iman, Desa Terutung Megara Baru, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Senin, 14 September 2026. Di hadapan para santri dan santriwati, ia menekankan pentingnya disiplin, nasionalisme, serta kesadaran terhadap hukum sejak usia sekolah.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu diikuti kepala sekolah, dewan guru dan staf SMAS serta SMPS Darul Iman, para santri-santriwati, dan personel Polsek Bambel.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta ikrar pelajar.
Dalam amanatnya, Iptu Djuliar Yusnaidiidi menyampaikan pesan Ia meminta para siswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter melalui kedisiplinan dan sikap bertanggung jawab.
“Rajin belajar, hormati orang tua dan guru, serta jaga pergaulan agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja,” kata Iptu Djuliar Yusnaidi dalam amanatnya.
Ia juga mengingatkan siswa agar memiliki rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Para pelajar diminta menaati aturan yang berlaku serta menggunakan media sosial secara bijak.
Menurut dia, media sosial dapat menjadi sarana positif jika digunakan dengan tepat. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan persoalan bagi diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekolah.
Persoalan perundungan atau bullying turut menjadi perhatian. Yusnaidi meminta para siswa saling menghargai dan tidak melakukan kekerasan terhadap teman. Jika terjadi tindakan kekerasan di lingkungan sekolah, siswa diminta segera melaporkannya kepada guru atau pihak yang berwenang.
Kapolsek Bambel Iptu Djuliar Yusnaidi juga mengingatkan para santri dan santriwati agar waspada terhadap orang yang tidak dikenal. Mereka diminta tidak mudah mengikuti ajakan orang asing sebagai bagian dari upaya mencegah penculikan dan berbagai bentuk kejahatan terhadap anak.
Keselamatan berlalu lintas juga disampaikan dalam amanat tersebut. Para siswa diingatkan menggunakan helm ketika dibonceng sepeda motor serta berhati-hati ketika menyeberangi jalan.
Pesan itu disampaikan sebagai bagian dari pembinaan kepolisian kepada generasi muda. Polisi berharap kebiasaan disiplin dan sadar aturan dapat terbentuk sejak lingkungan sekolah.
Upacara berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kemitraan antara Polri, sekolah, guru, dan pelajar. Polisi berharap komunikasi dengan lingkungan pendidikan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam pembinaan dan pencegahan berbagai persoalan yang melibatkan anak dan remaja. (Redaksi)








































