Tahun Baru Islam 1447 H Disambut Meriah di Kampung Porang dengan Pawai Obor dan Kegiatan Keagamaan

ALASTA NEWS

- Redaksi

Jumat, 27 Juni 2025 - 23:19 WIB

50260 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Dalam suasana penuh kekhidmatan dan kegembiraan, masyarakat Kampung Porang, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, menggelar kegiatan Pawai Obor dalam rangka menyambut datangnya 1 Muharram 1447 Hijriah, Tahun Baru dalam penanggalan Islam. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis malam, 27 Juni 2025, ini menjadi simbol spiritualitas dan pelestarian budaya Islam yang terus dijaga oleh warga setempat dari tahun ke tahun.

Kegiatan dimulai selepas salat Isya dari pelataran Masjid Al-Hidayah, yang menjadi titik kumpul warga. Ribuan peserta, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, membawa obor dan lampion dengan berjalan kaki menyusuri jalan utama kampung menuju lapangan desa, sembari melantunkan shalawat Nabi dan takbir menyambut datangnya tahun baru Islam. Pemandangan malam itu dihiasi cahaya obor yang menyala serentak, menghadirkan suasana sakral dan meriah yang memukau.

Tak hanya pawai, kegiatan ini juga dirangkai dengan pertunjukan seni Islami, seperti hadrah, marhaban, pembacaan puisi religi, serta penampilan anak-anak TPA yang melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Semua elemen masyarakat turut serta dan berperan aktif, menunjukkan semangat kebersamaan dan nilai gotong royong yang masih sangat kuat di Kampung Porang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Porang, Irwandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini telah menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat.

“Pada malam ini, 27 Juni 2025, kita bersama-sama menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah dengan Pawai Obor sebagai wujud rasa syukur dan semangat untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah. Ini bukan sekadar pawai seremonial, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran spiritual, mempererat silaturahmi, dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irwandi mengapresiasi antusiasme warga yang tanpa dikomando secara sukarela ikut mempersiapkan dan menyukseskan acara tersebut, mulai dari dekorasi masjid hingga pembuatan obor secara swadaya. Ia berharap tradisi ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kampung Porang.

Hal senada disampaikan oleh tokoh agama setempat, Ustadz [Nama Ustadz], yang menyampaikan tausiyah menjelang akhir acara.

“Pawai Obor ini adalah syiar Islam yang hidup dan tumbuh dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita mengenalkan sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW kepada anak-anak kita, sekaligus menanamkan cinta terhadap budaya dan ajaran Islam sejak dini,” tuturnya dalam tausiyah yang disambut antusias para jamaah.

Ustadz tersebut juga menekankan bahwa Tahun Baru Islam seharusnya dijadikan momentum evaluasi dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik, baik secara akhlak, ibadah, maupun peran sosial.

Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar tahun baru ini membawa keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Suasana malam yang diterangi cahaya obor dan wajah-wajah penuh harap menjadi saksi semangat masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman di tengah arus modernisasi.

Pawai Obor Kampung Porang bukan hanya sekadar kegiatan seremoni, melainkan bentuk nyata keberlanjutan budaya Islam yang hidup dan berakar kuat dalam masyarakat pedesaan Aceh. Semoga semangat 1 Muharram ini membawa perubahan yang baik bagi semua, khususnya dalam membangun kehidupan yang lebih religius dan harmonis. (J.PORANG)

Berita Terkait

PT Hopson Diduga Kembali Beroperasi, Aparat Dinilai Tak Bernyali Menegakkan Keputusan Pembekuan di Gayo Lues
PT Hopson Kembali Beroperasi Saat Dibekukan, Ketegasan Pemerintah Aceh Dipertanyakan di Tengah Krisis Lingkungan Gayo Lues
Festival Ceria Anak Bangsa di TK Negeri 2 Blangkejeren Diharapkan Jadi Inspirasi Pendidikan Anak Usia Dini
Aktivitas Ilegal PT Hopson di Gayo Lues Terus Berulang, Di Mana Negara Melindungi Lingkungan?
Produksi Ilegal PT Hopson Jalan Terus Meski Dilarang, Di Mana Polisi dan Pengawas Pemerintah?
Pembekuan Tinggal Formalitas, PT Hopson Diduga Bebas Jalankan Produksi Malam Hari di Gayo Lues
PT Hopson Diduga Langgar Komitmen Penghentian Operasional, Warga Rekam Aktivitas Pabrik Saat Malam Hari
PT Hopson Diduga Langgar Hasil Rapat Resmi Pemerintah, Cerobong Pabrik Tertangkap Aktif Saat Pengawasan Melemah

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:38 WIB

SMAN 1 Kutacane Catat Prestasi, 117 Siswa Lolos Seleksi Nasional Perguruan Tinggi 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:01 WIB

Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:52 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ungkap Kasus Sabu di Lawe Bulan, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:06 WIB

2.540 Honorer Aceh Tenggara Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu, Salim Fakhry Tekankan Integritas dan Disiplin ASN

Senin, 25 Mei 2026 - 19:14 WIB

DPRK Apresiasi Langkah Bupati Rangkul Pers dan LSM

Senin, 25 Mei 2026 - 17:19 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:37 WIB

BPJN 3.5 Pastikan Jalan Nasional Kutasane–Lawe Tua Persatuan Kembali Aman Dilalui Pascabanjir

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:11 WIB

Jalan Lintas Aceh Tenggara–Medan Pascabanjir Sudah Dibersihkan, BPJN Aceh 3.5 Kerahkan Alat Berat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!