Aceh Tenggara – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 di Kabupaten Aceh Tenggara berlangsung meriah dengan sentuhan khas budaya dari 11 etnis yang ada di daerah tersebut. Upacara yang digelar pada Jumat, 2 Mei 2025, di Lapangan Setdakab ini menjadi simbol kuatnya persatuan dalam keberagaman.
Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, SE, MM, menekankan bahwa keberagaman etnis yang ditampilkan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kekompakan masyarakat Aceh Tenggara. Ia berharap, momen Hardiknas menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah “penerang dalam kegelapan, tongkat dalam perjalanan, dan kompas dalam kehidupan.”
Tak hanya itu, Bupati juga kembali menegaskan komitmennya terhadap perang melawan narkoba, dengan menyerukan perlawanan terhadap narkotika mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah atas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Zulkifli, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan amanat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Salah satunya dengan mendorong kebiasaan baik bagi siswa, seperti bangun pagi, berolahraga, menyanyikan lagu kebangsaan, hingga tidur tepat waktu.
Dinas Pendidikan juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru sebagai ujung tombak kemajuan pendidikan, sekaligus berkomitmen mendukung pemberantasan narkoba di lingkungan sekolah.
Peringatan Hardiknas 2025 yang mengusung tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” turut dimeriahkan dengan pemberian penghargaan kepada guru dan ASN yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa di bidang pendidikan.
(Anwar)







































