Siswa MIN 5 Banda Aceh Antusias Ikuti Penyuluhan Anti Bullying

ALASTA NEWS

- Redaksi

Rabu, 15 Januari 2025 - 19:54 WIB

50290 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH | Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri, dalam Tahun 2024 telah menangani sebanyak 251 kasus, diantaranya kasus Perceraian, Pelecehan seksual, juga termasuk kasus Bullying.

Pada 10 Januari 2025, YBHA Peutuah Mandiri menerapkan penyuluhan hukum di Min 5 Banda Aceh mengenai Bullying dalam upaya meningkatkan pemahaman hukum di kalangan siswa. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 987 siswa kelas I- VI, serta para guru dan staf sekolah., dan kegiatan Penyuluhan Hukum ini dilakukan hasil kerjasama YBHA Peutuah Mandiri dengan pihak Sekolah MIN 5 Banda Aceh.

Penyuluhan hukum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai isu-isu penting seperti Bullying. Dengan meningkatnya kasus Bullying di lingkungan sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada siswa tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor yang berpotensi akan terjadinya Bullying dalam kalangan siswa yaitu seperti : kurangnya didikan dari orang tua, pergaulan bebas yang terjadi dalam lingkungan, kurangnya pengetahuan sosial yang terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga karena penggunaan sosial media tanpa batasan yang sangat terpengaruh pada perilaku Anak.
Penyuluhan dipimpin oleh dua penyuluh hukum berpengalaman, Nurmaida Sari, S.H. dan Razi Maulana, Mereka menyampaikan materi melalui metode interaktif yang meliputi:
Definisi Bullying, menjelaskan apa itu Bullying, jenis-jenisnya, dan dampak negatifnya bagi korban.

Kemudian juga terkait cara menghadapi Bullying dan memberikan tips kepada siswa tentang bagaimana cara melaporkan dan menghadapi tindakan Bullying.

Pemateri juga menambahkan hal-hal sensitif yang terjadi pada korban seperti memberikan gambaran jika ada orang yang melakukan hal-hal yang mengarah kepada Bullying, ada beberapa tempat yang sangat sensitif disentuh seperti: dada, kepala, paha , dan sebagainya. Dan jika hal tersebut terjadi maka siswa bisa langsung melapor kepada guru atau orangtuanya.

Dalam penyampaian materi, penyuluh menggunakan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami, siswa diajak berdiskusi dan berpartisipasi aktif melalui permainan peran (role play) yang menggambarkan situasi Bullying.

Hal ini bertujuan untuk membantu siswa memahami dampak dari tindakan mereka agar tidak terjadinya Bullying antara sesama dan mendorong mereka untuk saling mendukung satu sama lain.

Kepala Sekolah Min 5 Banda Aceh, Ibu Zuriati, S.Ag.,M.Pd., menyatakan bahwa “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Kami berharap setelah mengikuti penyuluhan ini, siswa dapat lebih peka terhadap perilaku Bullying dan berani melaporkan kepada guru atau orangtua jika mereka atau teman-temannya mengalami hal tersebut.”
YBHA Peutuah Mandiri berkomitmen tahun 2025 untuk terus melakukan penyuluhan hukum di berbagai sekolah sebagai bagian dari program pendidikan hukum yang lebih luas, untuk menerapkan lingkungan sekolah yang aman tanpa adanya kekerasan. Dengan harapan, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang sadar hukum dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

YBHA Peutuah Mandiri juga bekerja sama dengan Kementerian Hukum dan HAM RI, Biro Hukum Pemda Aceh, LSM Pulih, NP Indonesia, dan sejumlah layanan lainnya yang berada di Provinsi Aceh dalam sokongan anggaran Bantuan Hukum, sosial pemulihan psikologis, bagi Anak serta Perempuan yang membutuhkan penanganan.
“Kami juga membuka hotline layanan bagi masyarakat yang melihat, menemukan atau bahkan yang mengalami permasalahan dengan hukum terkait Anak dan Perempuan dapat menghubungi No. Hp/Wa 0852-8197-5451. Peran serta dukungan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengungkapan dan pencarian solusi terkait permasalahan Anak dan Perempuan kedepannya sehingga dapat memutuskan mata rantai pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Pembulyan, terhadap permaslahan hukum lainnya yang melibatkan Anak dan Perempuan”. Tutup Syifa, staf kampanye hukum YBHA Peutuah Mandiri.

Dan dengan harapan informasi mengenai kegiatan penyuluhan hukum dapat tersebar luas dan memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk melakukan kegiatan serupa. (*)

 

Berita Terkait

Agustus 2026 Azanuddin Kurnia Terima Dua Penghargaan Bergengsi
Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Pasca-Penerbitan SP3, Tim Kuasa Hukum Muhammad Amin dkk Layangkan Somasi Terbuka Terkait Dugaan ‘Trial by the Press’
WOW, Dana Pokir Disalah Gunakan, Ternyata Untuk Bagi Bagi Proyek, TTI Bongkar Dugaan Cashback Rp 200 M Proyek Pokir
Di Balik Sukses HUT Bhayangkara ke-80, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo Jadi Simbol Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Pemerintah Kab. Aceh Tenggara kembali raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 oleh BPK RI Perwakilan Aceh
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Dugaan Kekerasan ASN, LSM LIDIK Minta Penjelasan dan Klarifikasi Resmi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:40 WIB

CV Tumangger Cup I Bergulir, Adu Taktik Pemain Sepak Bola Warnai Semangat Sportivitas di Subulussalam

Jumat, 7 Agustus 2026 - 01:06 WIB

Puluhan Alat Kesehatan Disalurkan untuk Posyandu Pasirjambu, PT MBK Ventura Gandeng OJK Edukasi Warga

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:00 WIB

Kumpulkan Jajaran di Jatim, Menteri Nusron: Masuki Periode Transformasi Organisasi dan Layanan, Tempatkan Rakyat sebagai Raja yang Harus Dilayani

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:00 WIB

Urus Data Resmi Pemkab Meranti Kini Lebih Mudah, Plt. Kadis Kominfo Ajak Gunakan Layanan PPID

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:00 WIB

Coffee Morning Kapolres Dan Kajari Simalungun Perkuat Soliditas serta Sinergitas Penegakan Hukum Demi Rasa Aman dan Keadilan

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:16 WIB

KKN Unri Gelar Pelatihan, Ajak Masyarakat Pematang Duku Timur Ubah Sampah Jadi Berkah

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:39 WIB

Alumni dan Pelajar STM/SMK se-Kota Bogor, Deklarasikan Gerakan Stop Tawuran dan Tolak Narkoba

Berita Terbaru

error: Content is protected !!