Universitas Samudra Bangun Kemandirian Desa Lewat Pelatihan Sabun Colek dari Arang Aktif Batok Kelapa

ALASTA NEWS

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 10:50 WIB

50326 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Upaya membangun desa berdaya berbasis inovasi dan kepedulian lingkungan kembali digagas dari dunia akademik. Universitas Samudra, melalui Program Studi Fisika, melaksanakan sebuah program pengabdian masyarakat yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi tepat guna, dan pendekatan sosial secara langsung kepada warga. Bertempat di Gampong Penggalangan, Kecamatan Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, kegiatan bertajuk “Transformasi Limbah Organik Batok Kelapa menjadi Sabun Colek Berbasis Arang Aktif” ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juli 2025, dan menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Dipimpin langsung oleh dosen Prodi Fisika, Ibu Rahmawati, M.S., kegiatan tersebut melibatkan 30 peserta dari tiga gampong yaitu Penggalangan, Palok, dan Agusen. Selama kegiatan berlangsung, warga tidak hanya diajak untuk belajar membuat sabun colek berbahan dasar arang aktif, namun juga diperkenalkan pada konsep dasar pengelolaan limbah rumah tangga yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah, seperti batok kelapa, ternyata bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti sabun colek berbasis arang aktif,” ungkap Ibu Rahmawati dengan semangat, saat ditemui di sela kegiatan pelatihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan ini dirancang tidak sekadar bersifat demonstratif, tetapi juga partisipatif. Peserta diajak memahami bagaimana batok kelapa yang kerap terbuang sia-sia dapat diolah menjadi arang aktif, lalu dikembangkan menjadi bahan utama sabun pembersih yang ramah lingkungan. Arang aktif dikenal memiliki sifat menyerap kotoran dan bau, serta aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemaparan teori seputar karbon aktif dan manfaatnya, lalu dilanjutkan dengan praktik langsung membuat sabun. Dalam prosesnya, peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengolahan bahan, pencampuran, hingga pencetakan sabun. Tidak sedikit yang bahkan langsung menyatakan minat untuk mengembangkan produksi sabun secara mandiri.

“Awalnya saya pikir ini hanya kegiatan biasa, tapi setelah melihat hasilnya, saya merasa ingin coba buat sendiri di rumah. Bisa untuk dipakai sendiri atau dijual,” ujar Siti Hawa, salah satu peserta dari Gampong Palok.

Kegiatan ini makin semarak berkat keterlibatan aktif mahasiswa Universitas Samudra yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kawasan tersebut. Mahasiswa turut mendampingi warga dalam setiap proses, dari penyusunan alat, persiapan bahan, hingga pendampingan langsung saat praktik pembuatan sabun.

Pengalaman ini menjadi pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari di kampus secara langsung di lapangan. Tak hanya menjadi fasilitator pelatihan, mereka juga ikut membangun hubungan sosial dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta memahami dinamika pembangunan di tingkat gampong.

“Kami senang bisa berkontribusi dan belajar langsung dari masyarakat. Ini pengalaman luar biasa, karena kami tidak hanya belajar teori di kampus, tapi juga bisa melihat langsung dampaknya di masyarakat,” ujar Yogi, mahasiswa peserta KKN.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para pemangku kepentingan desa. Para pemimpin gampong turut hadir dan memberikan apresiasi atas inisiatif edukatif yang dilakukan Universitas Samudra. Mereka menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi dan pengelolaan lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain menambah pengetahuan masyarakat, juga dapat meningkatkan keterampilan yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis,” tutur Yusuf, Pengulu Gampong Penggalangan. Hal senada juga disampaikan Ramadhan dari Gampong Agusen dan perwakilan dari Gampong Palok, yang berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dengan cakupan yang lebih luas.

Di akhir kegiatan, peserta membawa pulang sabun hasil racikan mereka sendiri—bukti bahwa mereka tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga hasil nyata dari proses yang mereka jalani. Lebih dari itu, peserta juga membawa pulang semangat baru untuk mengelola potensi lokal, mengubah limbah menjadi berkah, serta membangun ekonomi rumah tangga yang lebih mandiri dan berdaya.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Samudra untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Transformasi batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif bukan hanya tentang menciptakan produk, tetapi juga tentang membangun kesadaran baru akan pentingnya inovasi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan langkah-langkah sederhana namun berdampak nyata, Universitas Samudra menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa, dari limbah yang dianggap remeh, dan dari kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. (*)

Berita Terkait

PT Hopson Diduga Kembali Beroperasi, Aparat Dinilai Tak Bernyali Menegakkan Keputusan Pembekuan di Gayo Lues
PT Hopson Kembali Beroperasi Saat Dibekukan, Ketegasan Pemerintah Aceh Dipertanyakan di Tengah Krisis Lingkungan Gayo Lues
Festival Ceria Anak Bangsa di TK Negeri 2 Blangkejeren Diharapkan Jadi Inspirasi Pendidikan Anak Usia Dini
Aktivitas Ilegal PT Hopson di Gayo Lues Terus Berulang, Di Mana Negara Melindungi Lingkungan?
Produksi Ilegal PT Hopson Jalan Terus Meski Dilarang, Di Mana Polisi dan Pengawas Pemerintah?
Pembekuan Tinggal Formalitas, PT Hopson Diduga Bebas Jalankan Produksi Malam Hari di Gayo Lues
PT Hopson Diduga Langgar Komitmen Penghentian Operasional, Warga Rekam Aktivitas Pabrik Saat Malam Hari
PT Hopson Diduga Langgar Hasil Rapat Resmi Pemerintah, Cerobong Pabrik Tertangkap Aktif Saat Pengawasan Melemah

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:38 WIB

SMAN 1 Kutacane Catat Prestasi, 117 Siswa Lolos Seleksi Nasional Perguruan Tinggi 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:01 WIB

Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:52 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ungkap Kasus Sabu di Lawe Bulan, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:06 WIB

2.540 Honorer Aceh Tenggara Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu, Salim Fakhry Tekankan Integritas dan Disiplin ASN

Senin, 25 Mei 2026 - 19:14 WIB

DPRK Apresiasi Langkah Bupati Rangkul Pers dan LSM

Senin, 25 Mei 2026 - 17:19 WIB

Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:37 WIB

BPJN 3.5 Pastikan Jalan Nasional Kutasane–Lawe Tua Persatuan Kembali Aman Dilalui Pascabanjir

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:11 WIB

Jalan Lintas Aceh Tenggara–Medan Pascabanjir Sudah Dibersihkan, BPJN Aceh 3.5 Kerahkan Alat Berat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!