Geger di Gayo Lues: Pejabat Diminta Mundur, Ada Apa di Balik Manuver Kekuasaan?

ALASTA NEWS

- Redaksi

Selasa, 20 Mei 2025 - 23:18 WIB

501,970 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Sejumlah pejabat tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dikabarkan diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya melalui penyampaian lisan. Permintaan tersebut disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nevirizal, pada Senin (19/5/2025), dan diduga atas perintah pimpinan daerah serta pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh kuat.

Meski tidak dilakukan secara tertulis, penyampaian tersebut menimbulkan kegelisahan di kalangan pejabat, terutama karena tidak disampaikan melalui mekanisme kepegawaian yang resmi. Beberapa pihak menilai, langkah ini merupakan strategi terselubung untuk melakukan perombakan struktural secara tidak langsung, tanpa menempuh proses evaluasi kinerja yang sesuai aturan.

Tawaran Bersyarat dan Ancaman Evaluasi

Informasi yang dihimpun Insetgalus.co dari sumber internal menyebutkan bahwa pejabat yang diminta mundur ditawari opsi untuk “istirahat sementara waktu” dari jabatan dengan janji dapat mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi (JPT) setelah dua tahun nonaktif. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa janji tersebut hanya sebatas formalitas untuk menyingkirkan pihak-pihak yang dianggap tidak sejalan dengan kepentingan kelompok tertentu di lingkup pemerintahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika kami diminta mundur tanpa alasan yang jelas dan tanpa proses yang transparan, ini sangat merugikan secara karier. Apalagi kami masih memiliki masa kerja yang panjang dan belum memasuki usia pensiun. Mengundurkan diri secara sukarela sama dengan mengakhiri karier sendiri,” ujar salah satu pejabat yang enggan disebutkan namanya.

Sumber juga menyebutkan bahwa jika tawaran tersebut ditolak, pihak yang bersangkutan terancam akan diperiksa oleh tim penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) yang dibentuk khusus untuk mengevaluasi kinerja mereka.

Asisten I Bantah Ada Instruksi Kepala Daerah

Ketika dikonfirmasi, Asisten I, Nevirizal, tidak membantah bahwa ia menyampaikan tawaran pengunduran diri tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu bukan merupakan perintah resmi dari Bupati atau Wakil Bupati.

“Itu hanya bentuk masukan dari senior kepada junior, sebagai wujud kepedulian terhadap teman-teman SKPK. Tidak ada unsur tekanan,” ujarnya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut terkait alasan atau urgensi dari tawaran tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, belum memberikan tanggapan resmi saat dimintai konfirmasi oleh redaksi.

Tanda Tanya Besar: Mutasi atau Konsolidasi Kekuasaan?

Sebelumnya, sempat beredar isu bahwa sedikitnya 12 pejabat eselon II disodori surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan, namun hingga kini tidak ada klarifikasi resmi terkait isu tersebut. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat dan aparatur sipil negara: apakah ini bagian dari evaluasi kinerja yang wajar, atau bentuk konsolidasi kekuasaan terselubung?

Langkah mendorong pejabat mengundurkan diri tanpa melalui mekanisme yang sah dikhawatirkan dapat menciptakan preseden buruk dalam manajemen kepegawaian dan merusak profesionalisme birokrasi.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa setiap mutasi atau pengisian jabatan seharusnya dilakukan secara objektif, terbuka, dan akuntabel, serta tidak boleh didasari pada faktor subjektivitas, loyalitas pribadi, maupun tekanan politik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Gayo Lues terkait kebijakan tersebut. (Tim)

Berita Terkait

Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
9 BULAN PASCA-LONGSOR: Hak Sewa Alat Berat Mandeg, Realisasi Janji Darurat BPBD Gayo Lues Dipertanyakan
Temu Ramah Kapolres Gayo Lues Bersama Insan Pers, Ajak Perkuat Sinergi, Tegaskan Komitmen “SIGAP”
Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues Usai Mendampingi Kunjungan Kerja Wapres RI
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Gerebek Rumah Terduga Tempat Penyalahgunaan Narkoba, Satu Pelaku Diamankan
Soroti Tren Belanja E-Purchasing, APH Diminta Awasi Ketat Dinas Pertanian Gayo Lues
Berbekal Informasi Warga, Satresnarkoba Gayo Lues Ringkus Satu Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Pengedar Diburu
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ringkus Dua Pelaku Penyalahgunaan Sabu, Pemasok Masih Diburu

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:17 WIB

Gerak Cepat Satresnarkoba, Tiga Pria Diamankan, 20 Paket Sabu dan Satu Paket Ganja Jadi Barang Bukti

Kamis, 3 September 2026 - 16:00 WIB

Sinergi untuk Negeri, Kapolres Aceh Tenggara Beri Ucapan HUT ke-81 Kejaksaan RI

Rabu, 2 September 2026 - 19:28 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 12:55 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:19 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:35 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran

Berita Terbaru

error: Content is protected !!