BENER MERIAH — Bencana alam berupa hujan deras disertai longsor yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Bener Meriah sejak dua Minggu terakhir berdampak langsung pada aktivitas penerbangan di Bandara Rembele. Gangguan akses darat memicu lonjakan penumpang hingga puluhan persen. Rabu (3/12/2025).
Material longsor menutup beberapa ruas jalan utama, terutama jalur penghubung Bener Meriah–Aceh Tengah-gayo luwes-biruen-. Kondisi ini membuat banyak warga memilih bepergian melalui jalur udara, menyebabkan ruang tunggu Bandara Rembele dipenuhi calon penumpang sejak pagi sampai sore.
Kepala Bandara Rembele, M. Eddy Syafriadi mengatakan bahwa peningkatan jumlah penumpang mencapai sekitar 70-90% dibanding hari normal.

“Penumpang datang lebih cepat karena khawatir akses jalan kembali tertutup. Kami melakukan penataan antrean dan menambah petugas agar layanan tetap berjalan lancar,” ujarnya.
Selain penumpukan, cuaca ekstrem juga memengaruhi jadwal penerbangan. Beberapa pesawat dilaporkan mengalami keterlambatan akibat jarak pandang yang menurun dan hujan intensitas tinggi.
BPBD Bener Meriah menyebut titik- titik longsor masih dalam penanganan karna banyak nya titik longsor dan jalan amblas/putus, Petugas gabungan TNI/Polri, BPBD, dan relawan terus berupaya membuka akses yang tertutup menggunakan alat berat.
Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar. mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi cuaca.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami berkoordinasi dengan pihak bandara untuk memastikan layanan tetap aman di tengah situasi ini,” katanya.
Hingga sore hari, pesawat TNI AU juga ikut terus membatu evakuasi masyaratkat yang terdapar, antrean penumpang masih terlihat padat. Pihak bandara menambah ruang tunggu sementara dan melakukan pengaturan jadwal agar penumpukan bisa ditekan. Aktivitas diperkirakan kembali normal setelah kondisi cuaca membaik dan akses darat pulih.
(Hakim)













































