SPBU Swasta Tolak BBM Impor dari Pertamina karena Kandungan Etanol

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:26 WIB

50336 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Perusahaan pemilik SPBU swasta seperti BP AKR dan Vivo menolak pasokan BBM impor dari Pertamina Patra Niaga karena mengandung etanol 3,5 persen. Padahal, etanol dikenal sebagai zat aditif yang umum digunakan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar. Penolakan ini pun memunculkan tanda tanya di tengah upaya kolaborasi penyediaan BBM nonsubsidi bagi pihak swasta.

Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, mengungkapkan penolakan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Menurutnya, BP AKR dan Vivo awalnya bersedia melakukan pembelian, namun keputusan itu batal menjelang finalisasi kesepakatan.

“Awalnya, dua SPBU swasta berkenan membeli BBM base fuels sampai Jumat kemarin, yaitu BP AKR dan Vivo. Tapi, kemudian, Vivo membatalkan, tidak melanjutkan. BP-AKR akhirnya tidak juga,” kata Achmad di hadapan anggota dewan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembatalan ini berkaitan dengan kandungan etanol dalam BBM hasil impor tersebut yang mencapai 3,5 persen. Meski masih di bawah ambang batas maksimal penggunaan etanol dalam bahan bakar (20 persen), kedua perusahaan enggan menggunakannya.

Penjelasan teknis datang dari pakar energi Institut Teknologi Bandung, Tri Yuswidjajanto Zaenuri. Ia mengatakan bahwa etanol, sebagai octane booster, memang berfungsi meningkatkan RON sebuah bahan bakar. Namun, kehadiran etanol juga membawa konsekuensi teknis terhadap mesin.

“Etanol bisa menyebabkan mesin cepat panas kalau kendaraan tidak mendukung pengaturan air fuel ratio secara otomatis,” ujar Tri, Kamis (2/10/2025). Selain itu, kendaraan lawas yang menggunakan material seperti karet alam dan tangki besi berisiko mengalami kerusakan akibat etanol, meski dalam konsentrasi di bawah 5 persen.

Ia menambahkan, teknologi mesin kendaraan di Indonesia sangat beragam. Tidak ada pembatasan usia kendaraan membuat keberadaan mobil-mobil dengan sistem lama masih dominan. Kondisi ini membuat BBM dengan etanol harus hati-hati digunakan.

“Di Indonesia itu ada teknologi mesin tua dan baru semua. Komponennya rawan terhadap etanol,” imbuhnya.

Senada, pengamat otomotif Bebin Djuana menekankan bahwa penggunaan etanol memang sah-sah saja dalam formula BBM, tapi bisa menimbulkan komplikasi saat dicampur dengan racikan dari pihak swasta. Ia menyebut wajar jika SPBU swasta menolak karena tak ingin mengambil risiko pada kualitas dan reputasi produk mereka.

“BBM yang dijual swasta pasti punya racikan sendiri. Kalau terjadi masalah pas dicampur, bisa berdampak ke kepercayaan konsumen,” kata Bebin. “Lebih baik menghindar daripada bermain-main dengan kualitas.”

Achmad dari Pertamina memastikan bahwa perusahaan plat merah tidak menutup peluang bagi kelanjutan kerja sama. Menurutnya, pasokan berikutnya bisa disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan dan melalui negosiasi ulang bersama pihak swasta.

Kelangkaan BBM nonsubsidi, terutama dengan RON tinggi, sudah terjadi sejak Agustus. Pemerintah sempat memfasilitasi kerja sama pengadaan 1,2 juta barel BBM RON 92 dan 270 ribu barel BBM RON 98 dari impor khusus untuk peritel non-PSO (public service obligation), namun hambatan teknis seperti penolakan kandungan etanol membuat proses distribusi belum berjalan sesuai rencana.

Berita Terkait

Harba PII 2026, Momentum Kebangkitan Pelajar Islam di Era Digital
Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Sertifikasi Hipnoterapi Resmi Dorong Profesionalisme Praktisi di Indonesia
Dugaan Penganiayaan di Polda Metro Jaya: Korban Dipukul Saat Proses Konfrontasi, Publik Sorot Keamanan Internal
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
Fahd A Rafiq :Kick Away The Ladder, Strategi Brutal Negara Maju Menendang Tangga Kemajuan Indonesia di Balik Topeng ‘Propaganda Hijau

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polres Aceh Tenggara Pastikan Hari Pertama Masuk Sekolah Berjalan Aman dan Lancar

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:48 WIB

Sentuhan Rohani di Balik Jeruji, Kapolres Aceh Tenggara Hadirkan Ustaz untuk Bina Warga Tahanan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:02 WIB

Wakapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Kinerja, Tekankan Evaluasi dan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:32 WIB

Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:01 WIB

Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:13 WIB

Pengabdian yang Tulus Selalu Meninggalkan Jejak, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Pemusnahan 161,9 Kilogram Ganja

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:43 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Aceh Tenggara Musnahkan 161,9 Kilogram Ganja

Berita Terbaru

error: Content is protected !!