PLN Dinilai Gagal Layani Publik, Desakan Pencopotan Kepala PLN Aceh Menguat

ALASTA NEWS

- Redaksi

Kamis, 2 Oktober 2025 - 15:40 WIB

50131 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Gelombang desakan pencopotan Kepala PLN Aceh kian meluas seiring meningkatnya keresahan publik atas pemadaman listrik besar-besaran yang melanda Provinsi Aceh dalam beberapa waktu terakhir. Kali ini, seruan datang dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fanst Counter Polri Nusantara Aceh yang dipimpin oleh Ketua Umum Agus Flores.

Sekretaris Jenderal DPW Fanst Counter Polri Nusantara Aceh, Agus Suriadi, menyatakan pemadaman listrik masif telah memberi dampak serius bagi masyarakat, khususnya di sektor peternakan ayam di sejumlah wilayah seperti Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya.

“PLN Aceh sudah gagal memberikan pelayanan. Dampaknya rakyat rugi, ribuan ayam mati, harga pangan bisa terganggu. Kami mendesak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), untuk segera mencopot Kepala PLN Aceh,” ujar Agus Suriadi dalam keterangannya, Kamis (2/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, permintaan maaf dari pihak PLN melalui media tidak cukup untuk menjawab beban kerugian yang ditanggung masyarakat. Ia menegaskan perlunya pertanggungjawaban konkret terhadap kerusakan yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Jangan biarkan rakyat jadi korban terus. Gubernur Aceh harus tegas, copot Kepala PLN Aceh, dan pastikan PLN bertanggung jawab terhadap kerugian rakyat,” tegasnya.

Desakan serupa sebelumnya juga disampaikan oleh Ketua Jurnalis Warga Indonesia (JWI) Aceh Timur, Hendrika Saputra. Ia menilai pemadaman listrik tak hanya memukul industri, tetapi juga sangat mengganggu aktivitas rumah tangga dan distribusi logistik di lapangan.

Salah satu kasus yang menyita perhatian publik terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya. Muhammad Hatta, seorang peternak ayam potong, mengalami kerugian hingga Rp800 juta akibat matinya sekitar 18 ribu ekor ayam karena aliran listrik padam selama tiga hari berturut-turut.

Meningkatnya tekanan dari masyarakat sipil menunjukkan urgensi untuk mengevaluasi kinerja PLN Aceh secara menyeluruh. Publik berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, mengingat dampaknya yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat luas di berbagai sektor. (*)

Berita Terkait

Kapolda Aceh Pimpin Sertijab 7 Pejabat Utama dan 9 Kapolres Jajaran Polda Aceh
Pasca-Penerbitan SP3, Tim Kuasa Hukum Muhammad Amin dkk Layangkan Somasi Terbuka Terkait Dugaan ‘Trial by the Press’
WOW, Dana Pokir Disalah Gunakan, Ternyata Untuk Bagi Bagi Proyek, TTI Bongkar Dugaan Cashback Rp 200 M Proyek Pokir
Di Balik Sukses HUT Bhayangkara ke-80, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo Jadi Simbol Kekompakan dan Semangat Pengabdian
Pemerintah Kab. Aceh Tenggara kembali raih Opini WTP atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 oleh BPK RI Perwakilan Aceh
Hapus Stigma Menakutkan, Kapolda Aceh Sukses Ubah Kantor Polisi Jadi Rumah Aman Bagi Warga
Investor Patuh Harus Dilindungi, Investor Tidak Patuh Regulasi Wajib Ditertibkan
Ketua DPRA jangan Cengeng Respon Evaluasi APBA oleh KPK

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:48 WIB

Komunitas Suporter Bekasi Raya, Deklarasikan Sportivitas dan Komitmen Menjaga Kamtibmas

Senin, 15 Juni 2026 - 17:38 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:01 WIB

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:10 WIB

Guru Besar FHUI Serukan Reformasi Menyeluruh Demi Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan

Kamis, 25 September 2025 - 15:46 WIB

Pengamat: Anggaran APBD Tangsel Prosesnya Sudah Sangat Transparan, dan Sudah Melalui Mekanisme BPK RI

Kamis, 7 Agustus 2025 - 23:59 WIB

​Khianati Sumpah Jabatan: Oknum Satpol PP Tangsel diduga Terlibat ‘Beking’ Prostitusi & Jual Miras Sitaan, Warga Resah

Kamis, 12 Juni 2025 - 00:56 WIB

Pernyataan Soal ‘Kartu ABC’ Dianggap Tak Rasional, FPII Nilai Wakil Walikota Serang Tak Layak Jadi Tokoh Publik

Rabu, 7 Mei 2025 - 02:31 WIB

Klarifikasi Sepihak oleh Kades Kemeri Suhud, Syamsul Bahri Ketua GWI Provinsi Banten Geram

Berita Terbaru

error: Content is protected !!