Tersangka Pembunuhan Lima Warga di Babul Rahmah Diringkus, Polisi Endus Jejak di Desa Salim Pinim

ALASTA NEWS

- Redaksi

Senin, 23 Juni 2025 - 22:34 WIB

50473 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Tim gabungan Polres Aceh Tenggara akhirnya berhasil menangkap pria yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan keji terhadap lima orang anggota keluarga di Desa Uning Sigurgur, Kecamatan Babul Rahmah. Penangkapan dilakukan pada Senin malam, 23 Juni 2025, di Desa Salim Pinim, Kecamatan Tanoh Alas, wilayah yang berada cukup jauh dari lokasi kejadian.

Tersangka ditangkap tanpa perlawanan setelah aparat melakukan pengintaian selama beberapa hari. Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa pelaku bersembunyi di rumah warga yang tidak mengetahui keterlibatannya dalam kasus tersebut. Petugas berpakaian preman menyamar dan langsung bergerak saat memastikan keberadaan pelaku di lokasi yang diduga sebagai tempat persembunyian.

Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa menggunakan mobil dinas menuju Mapolres Aceh Tenggara di Kutacane untuk menjalani pemeriksaan. Pihak kepolisian masih merahasiakan identitas lengkap pelaku kepada publik, namun memastikan bahwa tersangka adalah orang yang sama yang telah ditetapkan sebagai buronan sejak insiden berdarah itu terjadi pada 16 Juni lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tragedi tersebut mengguncang masyarakat Aceh Tenggara. Dalam peristiwa itu, lima orang dari satu keluarga ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah mereka, sementara satu orang lainnya ditemukan dalam kondisi kritis. Hingga kini, korban yang selamat masih dirawat intensif di RSUD Haji Sahuddin Kutacane dan belum bisa dimintai keterangan secara penuh.

Camat Babul Rahmah, Rimandani Pagan SSTP, mengonfirmasi bahwa tersangka memang sudah diamankan oleh pihak berwajib. Ia mengatakan bahwa masyarakat di desanya telah hidup dalam ketakutan selama pelaku belum tertangkap, dan penangkapan ini menjadi titik awal pemulihan kondisi sosial di wilayah tersebut.

“Kami sangat bersyukur atas kerja cepat aparat. Masyarakat sudah trauma, dan dengan ditangkapnya pelaku, semoga ketenangan bisa kembali,” ujar Rimandani.

Masyarakat sempat diliputi rasa panik selama beberapa hari setelah pembunuhan terjadi. Banyak keluarga memilih tidak tidur malam di rumah masing-masing dan berjaga di tempat terbuka bersama tetangga. Bahkan, sejumlah sekolah dan warung tutup lebih awal karena ketakutan yang melanda seluruh warga.

Beberapa hari setelah kejadian, pihak kepolisian langsung menyebar poster Daftar Pencarian Orang (DPO) dan membentuk tim pencari jejak. Penelusuran dilakukan hingga ke daerah perbukitan dan kawasan yang tidak memiliki akses sinyal. Pengejaran tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah jejak pelaku terendus di Tanoh Alas, wilayah yang dikenal sunyi dan minim aktivitas luar.

Menurut sumber internal, penyidik menduga motif pelaku berkaitan dengan persoalan rumah tangga atau konflik internal keluarga, namun hal tersebut masih terus didalami. Polisi juga tengah memeriksa sejumlah saksi tambahan yang sebelumnya belum sempat dimintai keterangan.

Sementara itu, warga Desa Uning Sigurgur masih dalam suasana berkabung. Rumah tempat kejadian perkara (TKP) hingga kini masih dalam penjagaan terbatas dan belum boleh dibersihkan total karena masih menjadi bagian dari lokasi penyidikan. Di sisi lain, warga terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga besar korban.

Penangkapan pelaku disambut haru oleh masyarakat. Banyak yang mengekspresikan rasa lega melalui media sosial dan berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap peristiwa ini secara tuntas. Warga juga menuntut agar proses hukum berjalan cepat dan transparan, serta pelaku mendapat hukuman maksimal atas perbuatannya.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar. Semua proses kini berada di tangan penyidik, termasuk penelusuran lebih dalam terkait siapa saja yang mungkin mengetahui atau membantu pelarian pelaku selama menjadi buron.

Tragedi ini telah menciptakan luka sosial yang dalam di tengah masyarakat Aceh Tenggara. Namun, dengan tertangkapnya tersangka utama, harapan untuk mendapatkan keadilan kini mulai terbuka.

Liputan : Edi Saputra

Berita Terkait

Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas, Polsek Bukit Tusam Dorong Warga Gunakan Cara Aman Kelola Lahan
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H
SMAN 1 Kutacane Catat Prestasi, 117 Siswa Lolos Seleksi Nasional Perguruan Tinggi 2026
Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ungkap Kasus Sabu di Lawe Bulan, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Sambut Idul Adha 1447 H, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Beras dari Kapolda Aceh kepada Personel
2.540 Honorer Aceh Tenggara Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu, Salim Fakhry Tekankan Integritas dan Disiplin ASN
DPRK Apresiasi Langkah Bupati Rangkul Pers dan LSM

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:30 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:35 WIB

AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:33 WIB

AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:04 WIB

Police Go To Campus: Ditlantas Polda Riau Edukasi 150 Mahasiswa STIKES Payung Negeri Soal Keselamatan dan Lingkungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:24 WIB

Dewan Pendidikan Riau Anugerahkan Penghargaan ke Sanggar Tari Gelora Seni 9 SMAN 9 Pekanbaru

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:12 WIB

Door Stop Kasat Narkoba Polres Simalungun: Sepekan Ungkap 11 Kasus, Gulung Bandar Jaringan Aceh dengan 57 Paket Sabu Siap Edar

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:32 WIB

KOPVITNAS Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Lindungi Objek Vital Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:28 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, KOPVITNAS Targetkan Sistem Obvitnas yang Tangguh, Pelantikan dan Pengukuhan KOPVITNAS Periode 2026–2031

Berita Terbaru

KUANTAN SINGINGI-RIAU

Pendampingan Bhabinkamtibmas bantu petani jaga pertumbuhan jagung usia 37 hari

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:41 WIB

error: Content is protected !!