Kemendagri Resmi Ubah Nama Desa, Pj Kepala Desa Kuta Buluh Sambut Positif

ALASTA NEWS

- Redaksi

Senin, 2 Juni 2025 - 01:29 WIB

50447 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane, 2 Juni 2025 — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi mengumumkan perubahan nama dua lokasi di Kecamatan Bambel, Provinsi [Nama Provinsi]. Keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 300.2.2 – 2138 Tahun 2025 yang telah disampaikan kepada publik pada awal Juni 2025.

Perubahan nama tersebut mencakup dua wilayah di Kecamatan Bambel, yang masing-masing mengalami perubahan sebagai berikut: Lokasi pertama, nama lama KUTE diubah menjadi KUTE KISAM. Sedangkan lokasi kedua, nama lama KUTE diubah menjadi KUTE KUTA BULUH. Keputusan ini merupakan langkah resmi pemerintah untuk memperbaiki identitas administratif sekaligus mencerminkan nilai-nilai lokal yang melekat di masyarakat.

Perubahan nama ini merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan perjuangan bersama seluruh masyarakat setempat. Dukungan aktif warga, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta lembaga pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mewujudkan keputusan ini. Menurut rilis resmi Kemendagri, perubahan nama dilakukan agar identitas wilayah lebih sesuai dengan sejarah dan karakteristik budaya lokal yang selama ini menjadi ciri khas daerah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Proses ini bukan hanya administrasi semata, tetapi bagian dari upaya melestarikan dan menguatkan identitas kultural masyarakat,” ujar salah satu pejabat Kemendagri dalam keterangan resminya.

Menanggapi keputusan ini, Penjabat (Pj) Kepala Desa Kuta Buluh, H. Muhammad Ramli, menyampaikan rasa syukur yang mendalam dan apresiasi tinggi atas dukungan yang diberikan oleh seluruh pihak selama proses berlangsung.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena perjuangan panjang masyarakat Kute Kuta Buluh akhirnya membuahkan hasil. Perubahan nama ini bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan pengakuan atas akar budaya dan sejarah kami,” ujar H. Muhammad Ramli saat ditemui di kantor desa, Jumat (2/6).

H. Muhammad Ramli menambahkan bahwa nama “Kute Kuta Buluh” memiliki makna historis yang kuat dan sangat berarti bagi warga desa, sebagai simbol kebanggaan dan jati diri yang sudah melekat secara turun-temurun.

“Dengan perubahan ini, kami berharap semangat gotong royong dan persatuan di masyarakat semakin kuat. Ini menjadi titik awal baru dalam pembangunan dan pengembangan desa berbasis kearifan lokal,” tambahnya.

Selain itu, H. Muhammad Ramli juga mengapresiasi seluruh warga, tokoh adat, dan pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan, doa, serta kontribusi nyata dalam proses panjang ini.

“Jasa baik dan dukungan semua pihak akan kami kenang sebagai bagian penting dari sejarah desa kami,” ujarnya penuh harap.

Pemerintah juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah memberikan kontribusi, baik dalam bentuk bantuan teknis, dukungan moral, maupun partisipasi aktif dalam sosialisasi perubahan nama.

Ke depan, pemerintah daerah bersama pemerintah desa akan menjalankan langkah-langkah implementasi, termasuk pembuatan tanda batas wilayah baru, pembaruan dokumen-dokumen resmi, serta sosialisasi kepada masyarakat agar perubahan nama dapat diterima dan diadaptasi secara menyeluruh.

Kecamatan Bambel dikenal sebagai wilayah yang kaya akan budaya dan sejarah unik, yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakatnya. Dengan dikembalikannya nama-nama asli seperti Kute Kuta Buluh, diharapkan identitas lokal dapat semakin diperkuat, mempererat ikatan sosial dan budaya, serta mendorong kemajuan desa secara menyeluruh.

Masyarakat setempat berharap, dengan nama yang baru sekaligus berakar pada tradisi lama, desa Kute Kuta Buluh mampu menorehkan perkembangan positif di berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, dan pelestarian budaya.

Laporan: Edi Sahputra

Berita Terkait

Pencegahan Karhutla Jadi Prioritas, Polsek Bukit Tusam Dorong Warga Gunakan Cara Aman Kelola Lahan
Qurban Presisi Polres Aceh Tenggara, Wujud Kepedulian dan Kebersamaan di Hari Raya Idul Adha 1447H
SMAN 1 Kutacane Catat Prestasi, 117 Siswa Lolos Seleksi Nasional Perguruan Tinggi 2026
Digerebek Saat Simpan Sabu, Pria Berinisial R Diamankan Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ungkap Kasus Sabu di Lawe Bulan, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Sambut Idul Adha 1447 H, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Beras dari Kapolda Aceh kepada Personel
2.540 Honorer Aceh Tenggara Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu, Salim Fakhry Tekankan Integritas dan Disiplin ASN
DPRK Apresiasi Langkah Bupati Rangkul Pers dan LSM

Berita Terkait

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:30 WIB

Lapas Binjai Gelar Razia Gabungan, Wujud Komitmen Ciptakan Lingkungan Pemasyarakatan yang Aman dan Tertib

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:35 WIB

AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela

Selasa, 26 Mei 2026 - 01:33 WIB

AKPERSI Buka Suara: FGD Pendidikan Bukan Proyek Berbayar, Semua Partisipasi Sukarela

Minggu, 24 Mei 2026 - 00:04 WIB

Police Go To Campus: Ditlantas Polda Riau Edukasi 150 Mahasiswa STIKES Payung Negeri Soal Keselamatan dan Lingkungan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:24 WIB

Dewan Pendidikan Riau Anugerahkan Penghargaan ke Sanggar Tari Gelora Seni 9 SMAN 9 Pekanbaru

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:12 WIB

Door Stop Kasat Narkoba Polres Simalungun: Sepekan Ungkap 11 Kasus, Gulung Bandar Jaringan Aceh dengan 57 Paket Sabu Siap Edar

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:32 WIB

KOPVITNAS Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Lindungi Objek Vital Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:28 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, KOPVITNAS Targetkan Sistem Obvitnas yang Tangguh, Pelantikan dan Pengukuhan KOPVITNAS Periode 2026–2031

Berita Terbaru

KUANTAN SINGINGI-RIAU

Pendampingan Bhabinkamtibmas bantu petani jaga pertumbuhan jagung usia 37 hari

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:41 WIB

error: Content is protected !!