ACEH TENGGARA — Kepolisian Resor Aceh Tenggara mengingatkan pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Aceh Tenggara agar menjauhi narkoba, bijak bermedia sosial, serta tidak menggunakan knalpot brong. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Saweu Sikula yang digelar di Desa Gumpang Jaya, Kecamatan Babussalam, Senin, 21 September 2026.
Kasat Binmas Polres Aceh Tenggara, AKP Budi Trapsilo, S.H., bertindak sebagai pembina upacara dalam kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.35 WIB tersebut. Di hadapan para siswa, ia menyampaikan pentingnya pendidikan karakter, kedisiplinan, nasionalisme, dan kesadaran hukum sejak usia sekolah.

Pendidikan merupakan kunci masa depan. Jangan pernah menyerah dalam meraih cita-cita. Sekecil apa pun langkah yang kalian ambil hari ini, akan menentukan kehidupan pada masa yang akan datang,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat upacara.
AKP Budi Trapsilo juga mengingatkan para siswa agar menghormati guru dan orang tua. Menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, doa dan restu orang tua serta bimbingan guru merupakan bagian penting dalam perjalanan pendidikan dan pencapaian cita-cita.
Selain pendidikan, kepolisian menyoroti pentingnya semangat nasionalisme dan bela negara. Para pelajar diajak menghormati bendera Merah Putih, lagu kebangsaan, serta simbol-simbol negara, sekaligus menjaga persatuan di tengah perbedaan.
Dalam pembinaan tersebut, narkoba dan kenakalan remaja menjadi perhatian utama. Para siswa diimbau menjauhi penyalahgunaan narkotika, minuman keras, pergaulan bebas, serta berbagai perilaku yang berpotensi merusak masa depan.

“Gunakan waktu dengan kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, dan mengembangkan bakat. Jadilah generasi yang sehat serta pelopor antinarkoba di sekolah dan masyarakat,” demikian pesan kepolisian kepada para pelajar.
AKP Budi Trapsilo turut mengingatkan siswa agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Para pelajar diminta tidak mudah menyebarkan berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang dapat memicu konflik.
Media sosial, kata dia dalam amanat tersebut, sebaiknya dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, dan menambah wawasan.
“Jejak digital akan selalu memengaruhi masa depan,” demikian salah satu penekanan dalam kegiatan itu.
Persoalan ketertiban berlalu lintas juga menjadi bagian dari materi pembinaan. Para siswa diingatkan mengenakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta tidak mengendarai sepeda motor secara ugal-ugalan atau terlibat dalam aksi balap liar.
AKP Budi Trapsilo secara khusus mengimbau siswa agar tidak menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai dengan ketentuan. Selain itu, mereka diminta menghindari tawuran, perundungan (bullying), dan perilaku yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Melalui kegiatan Saweu Sikula, Polres Aceh Tenggara berharap para pelajar MTsN 1 Aceh Tenggara dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, disiplin, serta memiliki kesadaran untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Redaksi)








































