Warga Aceh Barat Tolak Penutupan Tambang Emas Tradisional

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 05:59 WIB

50241 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meulaboh — Puluhan warga, mayoritas perempuan, menggelar aksi unjuk rasa menolak penutupan aktivitas tambang emas tradisional yang menggunakan alat berat di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (2/10/2025). Aksi berlangsung di sekitar lokasi tambang yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.

Dalam aksinya, warga meminta Gubernur Aceh Muzakir Manaf memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha mendulang emas yang selama ini mereka jalani. Aktivitas penambangan yang dilakukan secara manual dibantu alat berat dinilai telah menopang perekonomian keluarga mereka selama bertahun-tahun.

“Selama ini beko membantu mengurangi beban tenaga kami mendulang. Kalau beko ini dilarang, sama dengan menghentikan kerja kami,” ujar Cut Rosmania, warga Gampong Ketambang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan serupa disampaikan Norma, warga Gampong Sikundo. Ia menyebutkan, pekerjaan mendulang emas menjadi sumber utama biaya pendidikan anak-anak dan kebutuhan keluarga. “Anak kami di pesantren, sekolah semua kami biayai dengan pekerjaan kami ini,” ucapnya.

Aktivitas alat berat di lokasi tambang telah dihentikan setelah Gubernur Aceh menyampaikan larangan penggunaan alat berat di area yang belum memiliki izin resmi. Meski demikian, warga menilai bahwa alat berat tersebut berfungsi mendukung kegiatan penambangan tradisional yang dikelola masyarakat secara swadaya.

“Setiap beko itu ada 30 sampai 50 orang kami dibantu, itulah cara kami bertahan,” kata salah satu peserta aksi.

Sejumlah warga yang tergabung dalam aksi ini merupakan bagian dari komunitas yang selama ini hidup berdampingan dengan kegiatan tambang sebagai sumber ekonomi. Mereka berharap pemerintah daerah tidak hanya mengambil langkah pelarangan, tetapi juga memberikan solusi dan perhatian bagi kelangsungan hidup masyarakat.

Mereka mendesak agar pemerintah membuka ruang dialog dan mencari jalan tengah yang mempertimbangkan kebutuhan ekonomi warga serta aspek legalitas tambang, guna menghindari dampak sosial yang lebih luas. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Aceh Perkuat Kompetensi Pengawasan Ekspor Lewat Pelatihan Bersama Pusdiklat dan BLBC
EWC IV Tingkat Nasional 2025: Ajang Literasi Akademik Mahasiswa Kembali Digelar
Rektor Lantik Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Teuku Umar
YBHA PM Aceh Barat : Pemkab Aceh Barat Harus Serius Tangani Kasus Anak
UTU Raih Enm Penghargaan Dalam Anugerah Diktisaintek 2024
Menanti Wajah Baru Aceh Barat: Generasi Muda Menjawab Tantangan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:47 WIB

Keluarga Korban Pencurian Toko Ponsel Pancur Batu Pertanyakan Mandeknya Dua Laporan di Polrestabes Medan dan Polsek Pancur, Apakah Orang Tua Maling Dilindungi ?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:37 WIB

Seorang Ibu dan Dua Anaknya di Medan Minta Tolong Prabowo Subianto dan DPR RI Karena Usai Nangkap Maling Keluarga Mereka Jadi Tersangka dan DPO

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:07 WIB

Perketat Pengawasan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Kelas I Medan Geledah 24 Kamar Hunian WBP dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:52 WIB

Perkuat Komitmen Bersih Narkoba, 115 Pegawai dan 350 WBP Lapas Kelas I Medan Dinyatakan Negatif Tes Urine

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:28 WIB

Perkuat Komitmen Integritas, Lapas Kelas I Medan Gelar Apel dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan

Jumat, 10 April 2026 - 20:29 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Jumat, 3 April 2026 - 00:35 WIB

Kasus PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Mengaku Dijebak Promo dan Kehilangan Kendaraan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:09 WIB

Wartawan Dihambat Saat Liputan, Dugaan Modus Penipuan Promo Pelunasan Gadai Rugikan Konsumen dan Cemari Bisnis

Berita Terbaru

KUANTAN SINGINGI-RIAU

Pendampingan Bhabinkamtibmas bantu petani jaga pertumbuhan jagung usia 37 hari

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:41 WIB

error: Content is protected !!