Serapan Anggaran Meningkat Tiga Kali Lipat, Kemenkeu Ubah Skema Pencairan Dana Program MBG

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:43 WIB

50312 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat serapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkat tajam setelah pemerintah mengubah skema pembayaran dari sistem reimburse menjadi pembayaran di muka. Langkah ini dinilai berhasil mempercepat penyaluran dana dan mendongkrak angka penerima manfaat program strategis nasional tersebut.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, mengatakan bahwa hingga April 2025, pencairan MBG masih menggunakan sistem reimburse, di mana pembayaran dilakukan berdasarkan tagihan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah direalisasikan. Namun, pola itu dianggap memicu keterlambatan dalam proses penyaluran.

“Setelah April, mereka (Badan Gizi Nasional) bikin perencanaan sampai 10 hari ke depan, sampaikan ke kami, kami bayar. Kalau lihat realisasi, sekarang sudah mulai cepat,” ujar Astera dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (3/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan bahwa sejak skema baru diterapkan pada bulan Mei, serapan anggaran meningkat tajam. Bahkan, pada periode Juni hingga September, pencairan dana naik hingga tiga kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Dalam catatan Kemenkeu, per 3 Oktober 2025, realisasi anggaran untuk program MBG telah mencapai Rp 20 triliun, disalurkan melalui 13.000 SPPG kepada sekitar 30 juta penerima manfaat. Angka ini meningkat signifikan dari laporan terakhir pada 8 September lalu yang mencatat realisasi sebesar Rp 13 triliun untuk 22,7 juta penerima melalui 7.644 SPPG.

Realisasi tersebut kini setara dengan 18,3 persen dari total pagu APBN 2025 untuk program MBG sebesar Rp 71 triliun.

“Jadi, percepatan yang cukup signifikan untuk bulan-bulan setelah bulan April,” ujar Astera.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program unggulan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau 82,9 juta warga secara bertahap hingga tahun 2029, dengan target signifikan dicapai di akhir 2025.

Sebaran penerima manfaat terbesar tercatat berada di Pulau Jawa dengan jumlah 13,26 juta orang, disusul Sumatera sebanyak 4,86 juta orang, Sulawesi 1,70 juta orang, Kalimantan 1,03 juta orang, Bali-Nusa Tenggara 1,34 juta orang, serta Maluku dan Papua sebanyak 0,52 juta orang.

Kemenkeu memastikan bahwa alokasi anggaran MBG akan terus disesuaikan berdasarkan capaian dan perluasan program. Pemerintah berharap percepatan realisasi anggaran ini diikuti dengan peningkatan efektivitas pelayanan serta kualitas gizi yang diterima masyarakat, demi mengejar target nasional pengentasan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Berita Terkait

Harba PII 2026, Momentum Kebangkitan Pelajar Islam di Era Digital
Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Sertifikasi Hipnoterapi Resmi Dorong Profesionalisme Praktisi di Indonesia
Dugaan Penganiayaan di Polda Metro Jaya: Korban Dipukul Saat Proses Konfrontasi, Publik Sorot Keamanan Internal
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
Fahd A Rafiq :Kick Away The Ladder, Strategi Brutal Negara Maju Menendang Tangga Kemajuan Indonesia di Balik Topeng ‘Propaganda Hijau

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:47 WIB

Keluarga Korban Pencurian Toko Ponsel Pancur Batu Pertanyakan Mandeknya Dua Laporan di Polrestabes Medan dan Polsek Pancur, Apakah Orang Tua Maling Dilindungi ?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:37 WIB

Seorang Ibu dan Dua Anaknya di Medan Minta Tolong Prabowo Subianto dan DPR RI Karena Usai Nangkap Maling Keluarga Mereka Jadi Tersangka dan DPO

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:07 WIB

Perketat Pengawasan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Kelas I Medan Geledah 24 Kamar Hunian WBP dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:52 WIB

Perkuat Komitmen Bersih Narkoba, 115 Pegawai dan 350 WBP Lapas Kelas I Medan Dinyatakan Negatif Tes Urine

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:28 WIB

Perkuat Komitmen Integritas, Lapas Kelas I Medan Gelar Apel dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan

Jumat, 10 April 2026 - 20:29 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Jumat, 3 April 2026 - 00:35 WIB

Kasus PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Mengaku Dijebak Promo dan Kehilangan Kendaraan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:09 WIB

Wartawan Dihambat Saat Liputan, Dugaan Modus Penipuan Promo Pelunasan Gadai Rugikan Konsumen dan Cemari Bisnis

Berita Terbaru

KUANTAN SINGINGI-RIAU

Pendampingan Bhabinkamtibmas bantu petani jaga pertumbuhan jagung usia 37 hari

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:41 WIB

error: Content is protected !!