Presiden Prabowo Minta SPPG Tiru Dapur Polri, BGN Perketat Standar MBG

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:52 WIB

50338 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Joko “Prabowo” Subianto menginstruksikan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) meniru sistem dapur milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah ini diambil menyusul sejumlah temuan kasus keracunan di beberapa wilayah, sementara dapur Polri dinilai berhasil menerapkan standar tinggi dan tercatat tanpa kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Rapat kerja dimulai pukul 10.15 WIB dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Kepala BPOM Taruna Ikrar, serta Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang.

“Presiden mengarahkan agar dapur MBG meniru dapur Polri karena standar mereka tinggi dan aman. Tidak ada laporan kasus keracunan dari dapur yang dikelola Polri,” ujar Dadan dalam pemaparannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggunakan setelan jas hitam, Dadan menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025 jumlah SPPG yang beroperasi secara nasional telah mencapai 10.012 unit. Namun, ia tak menampik bahwa sejumlah dapur pelaksana masih menghadapi tantangan, terutama terkait kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Dadan memetakan wilayah kasus keracunan ke dalam tiga zona: Wilayah I (Sumatera), Wilayah II (Jawa), dan Wilayah III (Kawasan Timur Indonesia). Ia menyebut mayoritas kasus keracunan makanan terjadi di Wilayah II, terutama di Pulau Jawa.

“Penyebab utamanya adalah pelanggaran SOP. Misalnya, pembelian bahan makanan yang seharusnya dilakukan H-2, tapi dilakukan H-4. Atau proses memasak yang terlalu lama dari waktu konsumsi,” ungkap Dadan.

Ia menuturkan salah satu contoh pelanggaran SOP terjadi di Bandung, di mana dapur memulai proses masak pada pukul 21.00 malam dan baru membagikan makanan pada pukul 12.00 siang keesokan harinya.

“Jarak ideal maksimal 6 jam antara masak dan distribusi. Tapi ini sampai 12 jam, dan itu bisa berdampak pada kualitas makanan,” jelasnya.

Sebagai bentuk penindakan, Dadan menegaskan bahwa SPPG yang terbukti melanggar SOP akan diberi sanksi berupa penutupan sementara tanpa batas waktu. Operasional dapat kembali dibuka setelah standar diperbaiki dan diawasi pihak berwenang.

BGN, kata dia, juga mewajibkan setiap SPPG untuk mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dan memiliki alat sterilisasi mandiri. Pemerintah daerah diminta ikut terlibat melalui koordinasi dengan Puskesmas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta instansi terkait lainnya dalam kegiatan pengawasan dan pembinaan dapur masak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, yang memimpin jalannya rapat, mengatakan bahwa fokus pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program MBG, termasuk penyebab keracunan dan langkah-langkah pembenahan sistem.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak sekolah dan kelompok rentan, yang ditargetkan menjangkau puluhan juta penerima manfaat hingga 2029.

Berita Terkait

Harba PII 2026, Momentum Kebangkitan Pelajar Islam di Era Digital
Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Sertifikasi Hipnoterapi Resmi Dorong Profesionalisme Praktisi di Indonesia
Dugaan Penganiayaan di Polda Metro Jaya: Korban Dipukul Saat Proses Konfrontasi, Publik Sorot Keamanan Internal
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
Fahd A Rafiq :Kick Away The Ladder, Strategi Brutal Negara Maju Menendang Tangga Kemajuan Indonesia di Balik Topeng ‘Propaganda Hijau

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:47 WIB

Keluarga Korban Pencurian Toko Ponsel Pancur Batu Pertanyakan Mandeknya Dua Laporan di Polrestabes Medan dan Polsek Pancur, Apakah Orang Tua Maling Dilindungi ?

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:37 WIB

Seorang Ibu dan Dua Anaknya di Medan Minta Tolong Prabowo Subianto dan DPR RI Karena Usai Nangkap Maling Keluarga Mereka Jadi Tersangka dan DPO

Sabtu, 9 Mei 2026 - 06:07 WIB

Perketat Pengawasan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Kelas I Medan Geledah 24 Kamar Hunian WBP dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:52 WIB

Perkuat Komitmen Bersih Narkoba, 115 Pegawai dan 350 WBP Lapas Kelas I Medan Dinyatakan Negatif Tes Urine

Sabtu, 9 Mei 2026 - 05:28 WIB

Perkuat Komitmen Integritas, Lapas Kelas I Medan Gelar Apel dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan

Jumat, 10 April 2026 - 20:29 WIB

Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan

Jumat, 3 April 2026 - 00:35 WIB

Kasus PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Mengaku Dijebak Promo dan Kehilangan Kendaraan

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:09 WIB

Wartawan Dihambat Saat Liputan, Dugaan Modus Penipuan Promo Pelunasan Gadai Rugikan Konsumen dan Cemari Bisnis

Berita Terbaru

KUANTAN SINGINGI-RIAU

Pendampingan Bhabinkamtibmas bantu petani jaga pertumbuhan jagung usia 37 hari

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:41 WIB

error: Content is protected !!