Presiden Prabowo Minta SPPG Tiru Dapur Polri, BGN Perketat Standar MBG

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:52 WIB

50380 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Joko “Prabowo” Subianto menginstruksikan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) meniru sistem dapur milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah ini diambil menyusul sejumlah temuan kasus keracunan di beberapa wilayah, sementara dapur Polri dinilai berhasil menerapkan standar tinggi dan tercatat tanpa kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Rapat kerja dimulai pukul 10.15 WIB dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Kepala BPOM Taruna Ikrar, serta Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang.

“Presiden mengarahkan agar dapur MBG meniru dapur Polri karena standar mereka tinggi dan aman. Tidak ada laporan kasus keracunan dari dapur yang dikelola Polri,” ujar Dadan dalam pemaparannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggunakan setelan jas hitam, Dadan menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025 jumlah SPPG yang beroperasi secara nasional telah mencapai 10.012 unit. Namun, ia tak menampik bahwa sejumlah dapur pelaksana masih menghadapi tantangan, terutama terkait kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Dadan memetakan wilayah kasus keracunan ke dalam tiga zona: Wilayah I (Sumatera), Wilayah II (Jawa), dan Wilayah III (Kawasan Timur Indonesia). Ia menyebut mayoritas kasus keracunan makanan terjadi di Wilayah II, terutama di Pulau Jawa.

“Penyebab utamanya adalah pelanggaran SOP. Misalnya, pembelian bahan makanan yang seharusnya dilakukan H-2, tapi dilakukan H-4. Atau proses memasak yang terlalu lama dari waktu konsumsi,” ungkap Dadan.

Ia menuturkan salah satu contoh pelanggaran SOP terjadi di Bandung, di mana dapur memulai proses masak pada pukul 21.00 malam dan baru membagikan makanan pada pukul 12.00 siang keesokan harinya.

“Jarak ideal maksimal 6 jam antara masak dan distribusi. Tapi ini sampai 12 jam, dan itu bisa berdampak pada kualitas makanan,” jelasnya.

Sebagai bentuk penindakan, Dadan menegaskan bahwa SPPG yang terbukti melanggar SOP akan diberi sanksi berupa penutupan sementara tanpa batas waktu. Operasional dapat kembali dibuka setelah standar diperbaiki dan diawasi pihak berwenang.

BGN, kata dia, juga mewajibkan setiap SPPG untuk mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dan memiliki alat sterilisasi mandiri. Pemerintah daerah diminta ikut terlibat melalui koordinasi dengan Puskesmas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta instansi terkait lainnya dalam kegiatan pengawasan dan pembinaan dapur masak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, yang memimpin jalannya rapat, mengatakan bahwa fokus pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program MBG, termasuk penyebab keracunan dan langkah-langkah pembenahan sistem.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak sekolah dan kelompok rentan, yang ditargetkan menjangkau puluhan juta penerima manfaat hingga 2029.

Berita Terkait

Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Prof DR Sutan Nasomal : Hindari Gonjang Ganjing, Rutan Swasta Seperti Apartemen Mewah Harus di Siapkan Oleh Negara Indonesia
DPP LPPI: Ombudsman Harus Presisi, Jangan Rumah Dinas Dipersepsikan Sebagai Fasilitas Mewah Napi
Soroti Rentetan Kasus di Bank Mandiri, KAMAKSI Desak Dirut Riduan Mundur
Modal Konglomerat Mengalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak, Pinjol Makin Berisiko
Rapimnas PII 2026 dan Harlah PII Wati ke-62 Resmi Dibuka, PII Tegaskan Peran Mitra Strategis Pemerintah
Rafly Jatilukito Ajak Generasi Muda Kawal September Hitam dengan Aksi Damai
FRONTAL Jawa Timur Dorong Ekosistem Transportasi Online yang Sehat dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kapolsek Bambel Turun Langsung Tangani Banjir, Tinjau Tanggul Jebol dan Bantu Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Strong Point Pagi Polres Aceh Tenggara Hadirkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Pria 60 Tahun dengan 11 Paket Sabu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Respons Cepat Brimob Polda Aceh, Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pria Diamankan di Lawe Sigala-gala

Berita Terbaru

error: Content is protected !!