Ironi Petani Indonesia: Jumlah Terbesar, Upah Tertinggal Jauh

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:32 WIB

50354 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sektor pertanian masih jadi tulang punggung tenaga kerja Indonesia, tapi kesejahteraan para pelaku utamanya masih jauh dari kata layak. Data terbaru mencatat, pertanian tetap identik dengan kemiskinan, lambannya regenerasi, dan terus menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke bidang ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2025 mencatat, jumlah tenaga kerja di sektor pertanian luas—yang mencakup tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga kehutanan—mencapai 41,61 juta orang. Jumlah ini setara dengan 28,54 persen dari total tenaga kerja nasional, menjadikannya sektor dengan kontribusi tenaga kerja terbesar di Indonesia.

Namun, dominasi jumlah itu tidak dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan. Petani di Indonesia masih bergulat dengan sistem pertanian subsisten, alih fungsi lahan, keterbatasan modal, akses pasar yang terbatas, hingga minimnya dukungan infrastruktur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu potret nyata dari ketimpangan sektor ini terlihat dari upah. Rata-rata pendapatan petani saat ini hanya sebesar Rp 2,25 juta per bulan. Angka ini jauh di bawah rata-rata nasional upah pekerja atau buruh yang berada di kisaran Rp 3,09 juta per bulan.

Gambaran itu mempertegas tantangan berat di sektor agraris Indonesia, terutama tanaman pangan. Minimnya insentif ekonomi yang diterima petani membuat regenerasi di sektor ini berjalan sangat lambat. Banyak anak muda memilih menjauh, meninggalkan sawah dan ladang untuk mencari peluang di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.

Kondisi ini menjadi alarm bagi semua pihak. Tanpa upaya konkret memperbaiki hulu hingga hilir pertanian, Indonesia bisa menghadapi krisis ketahanan pangan dalam jangka panjang. Perbaikan kesejahteraan petani, akses pendanaan, distribusi hasil panen, hingga perlindungan lahan pertanian menjadi sejumlah langkah strategis yang perlu dipercepat.

Selama sektor pertanian tetap dibiarkan berjalan dengan sistem lama dan tanpa transformasi yang berarti, stigma “petani identik dengan kemiskinan” akan terus melekat dan sulit dihapus.

Berita Terkait

Napi Sering Kabur, Tapi Kanwilnya Tidak Pernah di Copot, Anggota Komisi XIII DPR RI Arisal Aziz Usulkan Copot Kepala Kanwil Pemasyarakatan Riau dan Kalapas Pasir Pangaraian
Prof DR Sutan Nasomal : Hindari Gonjang Ganjing, Rutan Swasta Seperti Apartemen Mewah Harus di Siapkan Oleh Negara Indonesia
DPP LPPI: Ombudsman Harus Presisi, Jangan Rumah Dinas Dipersepsikan Sebagai Fasilitas Mewah Napi
Soroti Rentetan Kasus di Bank Mandiri, KAMAKSI Desak Dirut Riduan Mundur
Modal Konglomerat Mengalir ke Luar Negeri, Utang Global Membengkak, Pinjol Makin Berisiko
Rapimnas PII 2026 dan Harlah PII Wati ke-62 Resmi Dibuka, PII Tegaskan Peran Mitra Strategis Pemerintah
Rafly Jatilukito Ajak Generasi Muda Kawal September Hitam dengan Aksi Damai
FRONTAL Jawa Timur Dorong Ekosistem Transportasi Online yang Sehat dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kapolsek Bambel Turun Langsung Tangani Banjir, Tinjau Tanggul Jebol dan Bantu Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Strong Point Pagi Polres Aceh Tenggara Hadirkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Pria 60 Tahun dengan 11 Paket Sabu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Respons Cepat Brimob Polda Aceh, Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pria Diamankan di Lawe Sigala-gala

Berita Terbaru

error: Content is protected !!