Doa Tahajud, Jualan Roti, dan Dukungan Kapolri: Perjalanan Ja’far Hasibuan Menuju Ilmuwan Kesehatan Dunia

ALASTA NEWS

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025 - 16:56 WIB

50156 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN — Setiap malam, Muhammad Ja’far Hasibuan menundukkan diri di atas sajadah, menengadahkan tangan, dan memohon hal yang sama: bisa melanjutkan pendidikan S2-nya di Fakultas Kesehatan serta meneruskan riset ilmiah yang telah mengantarkannya ke pengakuan dunia. Dalam kesunyian malam, salat tahajud menjadi tempat ia menitipkan harapan. Kini, harapan itu satu per satu terjawab.

Muhammad Ja’far Hasibuan, ilmuwan muda asal pelosok Sumatera Utara yang dikenal sebagai juara dunia medis dari China, akhirnya dinyatakan lulus di Program Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU). Bukan hanya pengumuman kelulusan yang ia terima. Kabar baik datang dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang telah lama menjadi ayah angkatnya. Kapolri memberikan beasiswa penuh bagi Ja’far untuk mendukung pendidikan dan kelanjutan riset ilmiahnya di bidang kesehatan.

Ja’far menyampaikan rasa syukurnya dalam keterangan tertulis kepada media, Selasa, 22 Juli 2025. “Setiap malam saya tahajud. Minta sama Allah agar dimudahkan bisa melanjutkan S2 di Fakultas Kesehatan. Saya ingin jadi ilmuwan yang bermanfaat. Dan alhamdulillah, setelah dinyatakan lulus, saya dapat kabar dari Bapak Kapolri, saya dibantu beasiswa,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, capaian tersebut tidak dibangun dalam semalam. Latar belakang kehidupan Ja’far jauh dari kata mudah. Ia tumbuh dalam kondisi ekonomi sulit. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah harus membiayai sendiri hidup dan pendidikannya. Semasa kuliah, Ja’far berjualan roti keliling menggunakan sepeda. Pernah suatu malam ia ditabrak pengendara mabuk hingga sepeda dan dagangannya hancur berantakan. Ia tidur di emperan toko, kadang hanya makan sekali dalam dua hari, bahkan bertahan hidup hanya dengan air putih. Namun ia terus berjalan. “Kadang makan sekali dua hari. Kadang cuma minum air putih untuk tahan lapar. Tapi saya yakin, Tuhan tidak tidur,” kenangnya.

Dari keterbatasan itu, lahir inovasi besar: Biofar SS, terapi herbal racikan sendiri yang dikenal luas karena kemampuannya menyembuhkan gangguan kulit dalam dan luar. Biofar SS telah membawanya ke forum-forum ilmiah internasional dan membuat namanya tercatat sebagai peneliti muda Indonesia yang disegani di tingkat global. Terapi herbal ini telah dibagikan secara gratis kepada masyarakat miskin, bahkan menjangkau komunitas di luar negeri. Ja’far mengembangkan ilmunya bukan demi keuntungan, melainkan sebagai bentuk pengabdian.

Ia menyebut peran besar Kapolri dalam perjalanan ilmiahnya. Selain beasiswa, Kapolri telah empat kali memberikan bantuan berupa alat-alat laboratorium dan bahan penelitian. Baginya, sosok Jenderal Listyo Sigit Prabowo bukan hanya pejabat negara, tetapi “ayah penyelamat” yang datang di saat paling genting. “Kalau bukan karena Pak Kapolri, mungkin saya sudah tidak bisa lanjut kuliah. Bahkan mungkin saya sudah berhenti jadi peneliti,” katanya.

Beasiswa dari Kapolri ia anggap sebagai bentuk pengakuan dan kepercayaan negara kepada anak bangsa yang berjuang tanpa henti. Ia berjanji akan menjaga amanah tersebut dengan terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat melalui ilmu pengetahuan. Kini, risetnya berkembang mencakup pengobatan herbal untuk hewan ternak, menyasar kelompok peternak kecil di pelosok desa. Klinik Biofar SS yang ia dirikan di Jalan Cempaka Sari, Marindal Satu, Kabupaten Deli Serdang, menjadi pusat pelayanan kesehatan tradisional dan laboratorium pengembangan obat herbal.

Dalam perjalanannya, Ja’far mengaku terinspirasi oleh para pemuda pejuang kemerdekaan serta Presiden ke-3 RI, BJ Habibie. Ia telah bertemu langsung dengan Ilham Habibie, yang menyatakan kekaguman terhadap prestasinya. Jika Habibie dikenal karena kecemerlangannya di bidang teknologi penerbangan, Ja’far ingin berkontribusi melalui jalur kesehatan. Ia menyebut, “Kalau Pak Habibie berkarya di bidang teknologi pesawat, saya ingin meneruskan di bidang kesehatan.”

Harapannya sederhana namun dalam: semoga dukungan dari negara, dari Kapolri, dari lingkungan akademik dan masyarakat, bisa melahirkan lebih banyak anak-anak muda seperti dirinya — mereka yang datang dari pinggiran, tetapi punya mimpi besar dan semangat tak pernah padam.

Menutup pesannya, Ja’far berpesan kepada pemuda-pemudi Indonesia agar jangan takut pada kemiskinan. “Takutlah kalau kalian berhenti berdoa dan berhenti mencoba,” ucapnya. Ia meyakini bahwa keberhasilan sejati bukan ditentukan oleh kekayaan, tetapi oleh doa, ketekunan, dan keikhlasan dalam memberi manfaat. “Salat tahajud saya setiap malam mungkin tidak langsung mengubah hidup saya. Tapi satu demi satu, pintu terbuka. Dan salah satunya adalah beasiswa dari Bapak Kapolri,” pungkasnya.

Kini, Ja’far melangkah ke jenjang baru dalam hidupnya. Bukan untuk mengejar ketenaran, melainkan untuk memperluas manfaat dari ilmu yang ia miliki. Sebab baginya, “Saya tidak mencari panggung, tapi memberi manfaat.” (*)

Berita Terkait

Pembina DPC GRIB Jaya Kota Medan Ferdy Sanjaya Sembiring Sembelih 21 Hewan Qurban Idul Adha 1447 H untuk Masyarakat
Keluarga Korban Pencurian Toko Ponsel Pancur Batu Pertanyakan Mandeknya Dua Laporan di Polrestabes Medan dan Polsek Pancur, Apakah Orang Tua Maling Dilindungi ?
Seorang Ibu dan Dua Anaknya di Medan Minta Tolong Prabowo Subianto dan DPR RI Karena Usai Nangkap Maling Keluarga Mereka Jadi Tersangka dan DPO
Perketat Pengawasan Pemasyarakatan Bersih, Lapas Kelas I Medan Geledah 24 Kamar Hunian WBP dan Amankan Sejumlah Barang Terlarang
Perkuat Komitmen Bersih Narkoba, 115 Pegawai dan 350 WBP Lapas Kelas I Medan Dinyatakan Negatif Tes Urine
Perkuat Komitmen Integritas, Lapas Kelas I Medan Gelar Apel dan Ikrar Pemasyarakatan Bersih dari Handphone Ilegal, Narkoba, dan Penipuan
Semarak HBP Ke-62, Bazar Ditjenpas Sumut Diserbu Warga dan Tampilkan Karya Warga Binaan
Kasus PT Mandiri Ekspres Sejahtera Gadai, Nasabah Mengaku Dijebak Promo dan Kehilangan Kendaraan

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:48 WIB

Komunitas Suporter Bekasi Raya, Deklarasikan Sportivitas dan Komitmen Menjaga Kamtibmas

Senin, 15 Juni 2026 - 17:38 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:01 WIB

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:10 WIB

Guru Besar FHUI Serukan Reformasi Menyeluruh Demi Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan

Kamis, 25 September 2025 - 15:46 WIB

Pengamat: Anggaran APBD Tangsel Prosesnya Sudah Sangat Transparan, dan Sudah Melalui Mekanisme BPK RI

Kamis, 7 Agustus 2025 - 23:59 WIB

​Khianati Sumpah Jabatan: Oknum Satpol PP Tangsel diduga Terlibat ‘Beking’ Prostitusi & Jual Miras Sitaan, Warga Resah

Kamis, 12 Juni 2025 - 00:56 WIB

Pernyataan Soal ‘Kartu ABC’ Dianggap Tak Rasional, FPII Nilai Wakil Walikota Serang Tak Layak Jadi Tokoh Publik

Rabu, 7 Mei 2025 - 02:31 WIB

Klarifikasi Sepihak oleh Kades Kemeri Suhud, Syamsul Bahri Ketua GWI Provinsi Banten Geram

Berita Terbaru

error: Content is protected !!