Kutacane – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Kabupaten Aceh Tenggara menjadi momentum penuh makna bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di tingkat desa. Tak terkecuali di Kute Kuta Buluh, Kecamatan Bambel, yang turut menyambut hari jadi kabupaten ini dengan semangat tinggi dan tekad untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Dalam wawancara khusus pada Jumat, 20 Juni 2025, H. Muhammad Ramli, ST, selaku Penjabat (Pj.) Pengulu Kute Kuta Buluh, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Aceh Tenggara selama lima dekade lebih. Ia juga menyampaikan harapan agar peringatan ini menjadi titik balik dalam memperkuat arah pembangunan yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat di akar rumput.
“Saya atas nama pribadi dan mewakili seluruh masyarakat Kute Kuta Buluh mengucapkan Dirgahayu Kabupaten Aceh Tenggara ke-51. Usia ini mencerminkan kedewasaan, pengalaman, dan semangat kebersamaan kita dalam membangun daerah. Semoga ke depan, Aceh Tenggara semakin hebat, bersih dari narkoba, dan rakyatnya hidup lebih sejahtera,” ujar Ramli.
Tema yang diusung tahun ini, yakni “Aceh Tenggara Hebat, Bebas Narkoba, Rakyat Sejahtera”, menurutnya adalah refleksi dari tantangan dan harapan terbesar yang kini dihadapi. Selain isu kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan pembangunan antarwilayah, masalah narkoba telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda di berbagai pelosok kampung.
“Narkoba adalah musuh bersama. Ia merusak sendi-sendi sosial, menghancurkan masa depan anak-anak kita, dan melemahkan produktivitas masyarakat. Pemerintah kampung harus menjadi garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan. Kita tidak boleh diam,” tegasnya.
H. Muhammad Ramli juga menyampaikan bahwa pembangunan di Aceh Tenggara tidak boleh hanya terkonsentrasi di pusat kabupaten saja. Desa-desa harus mendapatkan porsi dan perhatian yang proporsional, baik dalam infrastruktur, penguatan kelembagaan, pendidikan, maupun ekonomi rakyat. Ia berharap program-program ke depan dari pemerintah daerah dapat lebih terfokus dan tepat sasaran.
“Di Kute Kuta Buluh, kami terus berupaya menjaga keterbukaan anggaran, meningkatkan partisipasi warga, serta membangun sistem gotong royong dalam pembangunan. Namun kami juga membutuhkan dukungan teknis, pembinaan SDM, serta keberlanjutan program yang bersumber dari kabupaten maupun provinsi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa tahun 2025 ini menjadi tahun penting bagi desa-desa di Aceh Tenggara untuk memantapkan tata kelola pemerintahan kampung yang akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan warga. Dalam hal ini, kolaborasi antara masyarakat, tokoh adat, dan pemuda sangat diperlukan.
“Kita punya modal sosial yang kuat: adat, agama, dan gotong royong. Kalau ini kita rawat bersama, saya yakin Aceh Tenggara akan tumbuh menjadi kabupaten yang bukan hanya maju, tapi juga bermartabat dan bermoral,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ramli juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, dan kerajinan. Ia mengajak kaum muda untuk tidak hanya mengejar pekerjaan formal, tetapi juga berani berwirausaha dan membangun desa dari sumber daya sendiri.
“Kami mendukung penuh setiap upaya yang mendorong UMKM, koperasi kampung, serta pelatihan keterampilan bagi generasi muda. HUT ke-51 ini adalah waktu yang tepat untuk memperbaharui semangat berdikari,” sambungnya.
Dalam suasana HUT ini, H. Muhammad Ramli juga menyampaikan penghormatan dan doa bagi para tokoh pendiri Aceh Tenggara yang telah berjasa dalam membentuk identitas dan arah pembangunan daerah. Ia berharap semangat perjuangan para pendahulu dapat terus hidup dalam diri generasi masa kini.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Kita berdiri di atas perjuangan orang-orang terdahulu. Maka tanggung jawab kita sekarang adalah menjaga dan melanjutkan pembangunan ini dengan penuh dedikasi,” tutupnya.
Peringatan HUT Aceh Tenggara tahun ini juga akan diramaikan dengan beragam kegiatan mulai dari upacara bendera, pentas seni, bakti sosial, hingga peluncuran program-program strategis daerah. Semangat yang dibawa dalam peringatan ini adalah kebersamaan, keberanian untuk berubah, dan komitmen untuk menciptakan masa depan Aceh Tenggara yang lebih cerah dan bersih dari narkoba. (red)













































