Kabar Penangkapan JS dan J di Studio 21 Pematang Siantar Masih Misterius, Polisi Bungkam

ALASTA NEWS

- Redaksi

Minggu, 27 April 2025 - 22:53 WIB

50216 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pematang Siantar, — Kabar penangkapan dua orang berinisial JS alias Minok dan J dengan barang bukti dari kabar yang beredar konon sebanyak 93 butir pil ekstasi di Tempat Hiburan Malam (THM) Studio 21, Jalan Parapat, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marimbun, Kota Pematang Siantar, Minggu (27/4/2025) pukul 02.00 dinihari, masih menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan ke beberapa pejabat kepolisian seperti Kapolres Pematang Siantar AKBP Sah Udur Togi Marito, Direktur Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, hingga Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H berujung pada kebisuan. Tak satu pun dari mereka memberikan jawaban, baik melalui sambungan telepon maupun pesan singkat. Kondisi ini menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah, Kasat Narkoba Polres Pematang Siantar AKP Jhonny Hasudungan Pardede hanya menjawab singkat. “Gak tau aku,” tulisnya dalam pesan WhatsApp messenger, tanpa memberikan keterangan tambahan terkait kronologi ataupun status kedua tersangka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi sikap bungkam pihak kepolisian, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Masyarakat Peduli Indonesia Baru (DPP KOMPI B) Henderson Silalahi menyatakan kekecewaannya. Ia menilai ketertutupan aparat hukum ini justru memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. “Ada apa ini? Bukan bermaksud menuding, tetapi kami kecewa karena para aparat penegak hukum tidak mau terbuka. Apakah ada upaya mau 86?” ungkap Henderson dengan nada heran.

Menurut Henderson, transparansi sangat dibutuhkan dalam kasus-kasus seperti ini agar informasi yang beredar tidak menjadi simpang siur. Ia menilai, keengganan pihak kepolisian memberikan keterangan justru memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat dan media. “Seharusnya polisi transparan dan mengumumkan ke publik agar informasinya tidak menjadi liar. Saat masyarakat dan awak media konfirmasi, harusnya dijawab,” tegasnya.

Henderson juga mengungkapkan keresahan masyarakat terhadap keberadaan THM Studio 21 yang disebut-sebut menjadi sarang peredaran narkoba. Ia mengatakan sudah banyak laporan terkait dugaan jual beli narkoba jenis pil ekstasi dan pil riklona di lokasi tersebut. “Hal-hal seperti ini sangat sensitif mengingat masyarakat sudah gerah dan resah terhadap keberadaan THM Studio 21 yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba,” katanya.

Karena itu, DPP KOMPI B mendesak Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H agar segera mengambil tindakan tegas. Henderson meminta agar pihak kepolisian mengembangkan kasus tersebut dan menangkap aktor-aktor besar di balik jaringan narkoba itu. “Kami mendesak Kapolda Sumatera Utara mau transparan dan jika benar segera kembangkan untuk segera menangkap GP selaku bigboss-nya, D dan CP,” pungkas Henderson.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan tambahan dari pihak kepolisian. Masyarakat Kota Pematang Siantar kini menanti langkah konkret dari aparat hukum dalam mengusut tuntas kasus ini, sekaligus membersihkan tempat hiburan malam yang ditengarai menjadi sarang narkoba tersebut

Berita Terkait

Viral Hoaks Sumbangan Rp100 Ribu di SMAN 2 Pematangsiantar Dibantah Kepsek Rosmely Damanik : Tidak Ada Tarif Tetap, Sifatnya Sukarela
Dukung Ketahanan Pangan, Jajaran Giatja Lapas Narkotika Pematangsiantar Dan Peserta Magang Kemnaker Melaksanakan Pelatihan aplikasi Pupuk Organik Cair dari Sampah Sisa Sayur kepada WBP
Petugas Lapas Narkotika Pematangsiantar Gagalkan Penyelundupan 10 Paket Sabu Lewat Kiriman Paket JNE
DPP KOMPI B Tantang Polres, BNN dan Satpol PP Razia Studio 21 Selama 30 Hari Nonstop 2X Semalam
DPP KOMPI B Desak Pembongkaran Studio 21: Diduga Langgar Sempadan Sungai dan Ancam Lingkungan
Aksi Gotong Royong Bersama Warga Kelurahan Kahean Sambut HUT Kota Pematangsiantar ke-154 Tahun
Nama Nisa Mencuat! Diduga Pemasok Sabu dan Ekstasi di Studio 21 Siantar, DPP KOMPI B: Tolong APH Tindak Tegas!
6 Bulan Berdiri, Wartel Suspas Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar Tetap Jadi Fasilitas Komunikasi Transparan bagi Warga Binaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Bukit Tusam Ajak Warga Jaga Hutan Tanpa Membakar

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kapolsek Bambel Turun Langsung Tangani Banjir, Tinjau Tanggul Jebol dan Bantu Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolres Aceh Tenggara Tinjau Tanggul Jebol, Bantu Warga dan Dirikan Tenda Pengungsian

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Strong Point Pagi Polres Aceh Tenggara Hadirkan Keamanan dan Kelancaran Lalu Lintas

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Pria 60 Tahun dengan 11 Paket Sabu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Respons Cepat Brimob Polda Aceh, Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir di Aceh Tenggara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Edukasi Masyarakat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Polres Aceh Tenggara Ungkap Peredaran Sabu, Dua Pria Diamankan di Lawe Sigala-gala

Berita Terbaru

error: Content is protected !!