Presiden Prabowo Minta SPPG Tiru Dapur Polri, BGN Perketat Standar MBG

ALASTA NEWS

- Redaksi

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 06:52 WIB

50367 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Joko “Prabowo” Subianto menginstruksikan agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) meniru sistem dapur milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Langkah ini diambil menyusul sejumlah temuan kasus keracunan di beberapa wilayah, sementara dapur Polri dinilai berhasil menerapkan standar tinggi dan tercatat tanpa kasus.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/10/2025). Rapat kerja dimulai pukul 10.15 WIB dan dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Kepala BPOM Taruna Ikrar, serta Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang.

“Presiden mengarahkan agar dapur MBG meniru dapur Polri karena standar mereka tinggi dan aman. Tidak ada laporan kasus keracunan dari dapur yang dikelola Polri,” ujar Dadan dalam pemaparannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menggunakan setelan jas hitam, Dadan menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025 jumlah SPPG yang beroperasi secara nasional telah mencapai 10.012 unit. Namun, ia tak menampik bahwa sejumlah dapur pelaksana masih menghadapi tantangan, terutama terkait kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).

Dadan memetakan wilayah kasus keracunan ke dalam tiga zona: Wilayah I (Sumatera), Wilayah II (Jawa), dan Wilayah III (Kawasan Timur Indonesia). Ia menyebut mayoritas kasus keracunan makanan terjadi di Wilayah II, terutama di Pulau Jawa.

“Penyebab utamanya adalah pelanggaran SOP. Misalnya, pembelian bahan makanan yang seharusnya dilakukan H-2, tapi dilakukan H-4. Atau proses memasak yang terlalu lama dari waktu konsumsi,” ungkap Dadan.

Ia menuturkan salah satu contoh pelanggaran SOP terjadi di Bandung, di mana dapur memulai proses masak pada pukul 21.00 malam dan baru membagikan makanan pada pukul 12.00 siang keesokan harinya.

“Jarak ideal maksimal 6 jam antara masak dan distribusi. Tapi ini sampai 12 jam, dan itu bisa berdampak pada kualitas makanan,” jelasnya.

Sebagai bentuk penindakan, Dadan menegaskan bahwa SPPG yang terbukti melanggar SOP akan diberi sanksi berupa penutupan sementara tanpa batas waktu. Operasional dapat kembali dibuka setelah standar diperbaiki dan diawasi pihak berwenang.

BGN, kata dia, juga mewajibkan setiap SPPG untuk mengantongi Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS) dan memiliki alat sterilisasi mandiri. Pemerintah daerah diminta ikut terlibat melalui koordinasi dengan Puskesmas, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta instansi terkait lainnya dalam kegiatan pengawasan dan pembinaan dapur masak.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari, yang memimpin jalannya rapat, mengatakan bahwa fokus pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan program MBG, termasuk penyebab keracunan dan langkah-langkah pembenahan sistem.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak sekolah dan kelompok rentan, yang ditargetkan menjangkau puluhan juta penerima manfaat hingga 2029.

Berita Terkait

Harba PII 2026, Momentum Kebangkitan Pelajar Islam di Era Digital
Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan
Kanwil BPN Kepri, Kanwil Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Teken MoU Optimalisasi Sertipikas Tanah Wakaf
Sertifikasi Hipnoterapi Resmi Dorong Profesionalisme Praktisi di Indonesia
Dugaan Penganiayaan di Polda Metro Jaya: Korban Dipukul Saat Proses Konfrontasi, Publik Sorot Keamanan Internal
Satu Dekade IKHROM: Hadiah Umroh Warnai Kemeriahan Pertemuan Tahunan Ke-10 di Semarang
Pesan Kapolri di Safari Ramadhan Riau: Tingkatkan Silaturahmi hingga Jaga Persatuan
Fahd A Rafiq :Kick Away The Ladder, Strategi Brutal Negara Maju Menendang Tangga Kemajuan Indonesia di Balik Topeng ‘Propaganda Hijau

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:48 WIB

Komunitas Suporter Bekasi Raya, Deklarasikan Sportivitas dan Komitmen Menjaga Kamtibmas

Senin, 15 Juni 2026 - 17:38 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:01 WIB

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:10 WIB

Guru Besar FHUI Serukan Reformasi Menyeluruh Demi Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan

Kamis, 25 September 2025 - 15:46 WIB

Pengamat: Anggaran APBD Tangsel Prosesnya Sudah Sangat Transparan, dan Sudah Melalui Mekanisme BPK RI

Kamis, 7 Agustus 2025 - 23:59 WIB

​Khianati Sumpah Jabatan: Oknum Satpol PP Tangsel diduga Terlibat ‘Beking’ Prostitusi & Jual Miras Sitaan, Warga Resah

Kamis, 12 Juni 2025 - 00:56 WIB

Pernyataan Soal ‘Kartu ABC’ Dianggap Tak Rasional, FPII Nilai Wakil Walikota Serang Tak Layak Jadi Tokoh Publik

Rabu, 7 Mei 2025 - 02:31 WIB

Klarifikasi Sepihak oleh Kades Kemeri Suhud, Syamsul Bahri Ketua GWI Provinsi Banten Geram

Berita Terbaru

error: Content is protected !!