Praktisi Desak Propam Turun ke Pidie Periksa Mantan Kasat Narkoba yang Diduga Lalai Awasi Ruko Jadi Pabrik Sabu

ALASTA NEWS

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:25 WIB

5023 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SIGLI – Desakan agar Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turun tangan memeriksa jajaran pejabat Polres Pidie dan Polda Aceh menguat setelah terbongkarnya dua ruko yang diduga menjadi lokasi produksi narkotika berskala besar di Gampong Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur.

Praktisi hukum dan kebijakan publik, Muharramsyah, menilai pengungkapan kasus tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penangkapan pelaku lapangan. Menurutnya, ada pertanyaan besar yang luput dijawab tentang bagaimana fasilitas yang diduga memproduksi sabu cair hingga 1,2 ton bisa beroperasi di kawasan padat aktivitas warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip dari acehonline.co, Muharramsyah menegaskan Kapolri harus bersikap tegas dan tidak hanya fokus pada penangkapan kurir. “Saya minta Kapolri tegas menangani kasus ini dan jangan fokus pada penangkapan kurir atau pelaku lapangan,” kata Muharramsyah, Jumat (23/10/2026).

Ia menyoroti lokasi yang diduga menjadi pabrik tersebut berada di ruas jalan provinsi lintas Beureunuen–Kembang Tanjong, yang jaraknya disebut hanya sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Sigli. Fakta geografis itu, menurut Muharramsyah, menjadi ironi yang menampar wajah pengawasan keamanan.

Bagaimana mungkin bangunan komersial dengan aktivitas yang diduga menimbulkan aroma kimia menyengat, lalu lalang material, dan penjagaan tertutup bisa luput dari radar deteksi dini aparat yang mengklaim memiliki jaringan informan hingga ke tingkat gampong. Publik patut bertanya, apakah sistem pengawasan itu memang diduga tumpul, atau sengaja dibuat tumpul.

Penggerebekan dua ruko tersebut terjadi pada Kamis (22/10/2026). Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi penggerebekan maupun siapa aktor intelektual di balik dugaan produksi tersebut. Kondisi ini yang menurut Muharramsyah perlu diusut dengan melibatkan Bareskrim Polri dan BNN RI.

Ia juga mendesak Divisi Propam Polri untuk memeriksa kinerja pejabat terkait, termasuk mantan Kasat Narkoba Polres Pidie, serta mengevaluasi total program pencegahan dan pemberantasan narkotika yang selama ini diklaim berjalan. Evaluasi itu penting untuk menjawab dugaan kelalaian sistemik yang membuat Pidie seperti karpet merah bagi sindikat.

Selain pemeriksaan internal, Muharramsyah meminta pengawasan terhadap warga negara asing diperketat, pengawasan sewa-menyewa ruko komersial dilakukan berkala, serta kanal pengaduan independen dibuka untuk menampung laporan masyarakat soal dugaan keterlibatan aparat dalam bisnis haram tersebut.

”Saya minta pemeriksaan harus dilakukan secara transparan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian maupun keterlibatan pihak tertentu,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, menyebut dugaan pabrik sabu di lokasi tersebut sebagai ancaman serius bagi generasi muda Aceh. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas ilegal di lingkungan masing-masing. (TIM)

Berita Terkait

Kapolres Bireuen Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Seulawah 2026, Digelar Serentak 26 Oktober hingga 8 November 2026
Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Masih Meraung Di Jantung Geumpang
Dugaan Pelecehan Seksual di Jabal Ulum Pidie, Aktivis Desak Aparat Usut Tuntas dan Negara Hadir Rehabilitasi Korban
Kongkalikong Setoran dan Alat Berat di Balik Tambang Geumpang, Aparat Didesak Ungkap Siapa Pemilik dan Pelindungnya
Dugaan Setoran dan Ketimpangan Penertiban Jadi Sorotan, Aliansi Pulo Loih Pertanyakan Keberadaan Tambang Cina di Geumpang
PETI Geumpang Masih Jadi Polemik, Penindakan terhadap Pekerja Kecil Dipertanyakan di Tengah Isu Keterlibatan Pemodal Besar
Tambang Emas Ilegal Geumpang Jadi Perbincangan, Warganet Pertanyakan Siapa yang Mengendalikan Aktivitas di Lapangan
Ekskavator Diduga Menjadi Mesin Utama Tambang Emas Ilegal Geumpang Pidie, LLA Akan Laporkan Dugaan Jaringan ke Polda Aceh

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jalan TMMD, Obat Luka Trauma Para Korban Bencana Alam

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria Diduga Kurir Sabu di Durin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Brigjen TNI (Mar) Guslin Tinjau Normalisasi Sungai Aih Bobo di Gayo Lues, 13 Ekskavator Bantuan Presiden Sudah Beroperasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Brigjen Guslin Tinjau Langsung Penanganan Bencana di Gayo Lues, Pemerintah Pusat Kirim 16 Alat Berat untuk Pemulihan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:04 WIB

Sambut Hari Jadi Humas Polri ke-75, Polres Gayo Lues Gelar Donor Darah

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias Bangun RTLH Warga Kampung Pepelah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:14 WIB

TMMD ke-130 TA 2026 Resmi Dibuka di Gayo Lues, Fokus Bangun Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru

Jakarta

Subuh Keliling Digelar 20 Polsek, Ini Pesan Kapolresta Pati

Selasa, 27 Okt 2026 - 02:08 WIB

error: Content is protected !!