Banjir Abadi di Jantung Aceh Tenggara, Saat Pemerintah Setempat Diam Warga Desa Kuning 1 Justru Memanggil Gubernur Jawa Barat

ALASTA NEWS

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:27 WIB

5070 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Jalan nasional lumpuh, warga mengemis pertolongan ke Gubernur Jawa Barat. Inilah potret memalukan yang terjadi di Desa Kuning 1, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara.

Dalam video viral berdurasi 30 menit milik kreator Anton Playdi yang telah ditonton 4,6 ribu kali, terlihat banjir merendam hampir satu kilometer jalan nasional. Air coklat keruh meluap deras, kendaraan mogok, ibu-ibu dan anak sekolah tak berani melintas. Peristiwa yang terekam pada Sabtu, 25 Oktober 2026 itu terjadi saat cuaca tidak hujan. “Ini tidak hujan, Bro. Desa Kuning 1 tidak hujan. Apalagi hujan,” teriak Anton, sebuah kalimat yang meruntuhkan semua alibi pemerintah soal cuaca.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemarahan warga tidak hanya tertuju pada Pemerintah Aceh yang dinilai tidak peduli. Sorotan paling keras kini mengarah kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Jalan yang terendam itu adalah jalan nasional Kutacane – Medan, yang menjadi tanggung jawab penuh BPJN Aceh. Namun hingga detik ini, jalan tersebut dibiarkan tanpa sistem drainase yang layak, tanpa peninggian badan jalan, dan tanpa penanganan banjir yang permanen. Setiap tahun anggaran pemeliharaan dikucurkan, namun hasilnya nihil. Desa Kuning 1 selalu menjadi kubangan.

Warga di lapangan membongkar buruknya pekerjaan normalisasi sungai. Eskavator yang diturunkan disebut hanya bekerja tidak sampai dua minggu, dengan pola korek kiri-kanan dan pelebaran yang asal jadi. Material kerukan hanya dibuang di pinggir sungai, hingga akhirnya kembali longsor dan menyumbat aliran. Proyek itu dinilai sekadar formalitas menggugurkan anggaran.

Di tengah dua institusi yang seharusnya bertanggung jawab namun abai, warga melampiaskan kekecewaan dengan kalimat pedas: “Gubernur Aceh tidak peduli dengan nasib kami.” Harapan justru dilempar jauh ke seberang pulau dengan teriakan, “Gubernur KDM, bantu kami, Pak Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, tolong masyarakat Kuning.”

Ironi semakin lengkap, di saat BPJN Aceh dan BPBD bungkam, yang terlihat bekerja di dalam air adalah Kapolsek Bambel bersama anggotanya. Mereka mendorong motor warga, menggendong anak sekolah, dan mengatur lalu lintas. Polisi yang tugasnya menjaga keamanan terpaksa menjadi petugas kebencanaan.

Kapolsek bahkan harus mengeluarkan imbauan resmi agar roda dua mengambil jalan alternatif memutar lewat Lejo dan Leskepen karena jalan nasional tidak bisa dilintasi. Sebuah imbauan yang seharusnya keluar dari mulut BPJN Aceh, bukan dari kepolisian.

Banjir tanpa hujan di Desa Kuning 1 adalah bukti nyata kegagalan total. Kegagalan Pemerintah Aceh dalam mengelola sungai, dan kegagalan BPJN Aceh dalam merawat jalan nasional. Selama negara hadir hanya lewat eskavator dua mingguan dan tanpa solusi permanen, maka jalan nasional di Desa Kuning 1 akan terus menjadi kolam abadi dan simbol negara yang abai pada rakyatnya sendiri.

Berita Terkait

Potret Buruk Penanganan Bencana Nasional, Bantuan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat di Aceh Tenggara Berujung Kekecewaan
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Maranatha,, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bambel Turunkan Personel Bantu Warga Terobos Banjir di Desa Kuning I
Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres, Terjun Langsung Laksanakan Strong Point Bersama Personel
Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Laksanakan Subuh Keliling di Masjid Al Muchlisin Pasbel
Polisi Bersama Masyarakat,Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Pimpin Kegiatan Aksi Green Policing
Polisi Bersama Masyarakat:, Polres Aceh Tenggara Berangkatkan 35 Calon Anggota Saka Bhayangkara untuk Perkemahan Perjusami

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Potret Buruk Penanganan Bencana Nasional, Bantuan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat di Aceh Tenggara Berujung Kekecewaan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:27 WIB

Banjir Abadi di Jantung Aceh Tenggara, Saat Pemerintah Setempat Diam Warga Desa Kuning 1 Justru Memanggil Gubernur Jawa Barat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Kapolsek Bambel Turunkan Personel Bantu Warga Terobos Banjir di Desa Kuning I

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres, Terjun Langsung Laksanakan Strong Point Bersama Personel

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Laksanakan Subuh Keliling di Masjid Al Muchlisin Pasbel

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Polisi Bersama Masyarakat,Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Pimpin Kegiatan Aksi Green Policing

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Polisi Bersama Masyarakat:, Polres Aceh Tenggara Berangkatkan 35 Calon Anggota Saka Bhayangkara untuk Perkemahan Perjusami

Berita Terbaru

error: Content is protected !!