Perang Melawan Narkoba di Aceh Tenggara: Sinergi Aparat dan Masyarakat Menekan Peredaran Gelap

ZULKIFLI, S.KOM

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:42 WIB

50107 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane—Derap langkah aparat Polres Aceh Tenggara dalam memerangi peredaran narkotika semakin nyata dan terukur. Selama lima bulan pertama tahun 2026, jajaran kepolisian setempat berhasil mengungkap 44 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba—angka ini melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 33 kasus. Kenaikan tersebut tidak sekadar menjadi statistik, namun menjadi gambaran komitmen yang makin kokoh dari lembaga penegak hukum dalam upaya menyelematkan generasi muda dari ancaman obat-obatan terlarang.

Fenomena meningkatnya pengungkapan ini merupakan refleksi dari upaya sistematis dan intensif Satres Narkoba Polres Aceh Tenggara dalam melacak, menggali informasi, hingga bertindak tegas terhadap pelaku penyalahgunaan maupun pengedar barang haram itu. Dari kawasan perkotaan Kutacane hingga pelosok desa di lembah Pegunungan Leuser, para personel tak henti melakukan patroli dan operasi rutin. Tak jarang pula, operasi penggerebekan dilakukan malam hari demi membongkar praktik tersembunyi jaringan peredaran narkotika, yang sering bertransformasi dan berkamuflase di tengah masyarakat.

Kasatresnarkoba Polres Aceh Tenggara, Iptu Hengki Harianto, SH,MH menegaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama apik antara kepolisian dan masyarakat. Data di lapangan menunjukkan, sebagian besar kasus yang berhasil diungkap berawal dari laporan atau informasi yang disampaikan masyarakat sekitar. Dukungan masyarakat dalam memberikan informasi awal, baik secara langsung maupun melalui saluran pengaduan resmi, dipandang sebagai elemen vital yang menjadi pintu masuk aparat dalam membongkar jaringan-jaringan tersembunyi, yang kerap berpindah lokasi dan menggunakan modus-modus baru guna mengelabui penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk mendongkrak efektivitas pemberantasan, jajaran Satres Narkoba juga terus berupaya menjalin hubungan dengan tokoh masyarakat, aparatur desa, serta unsur pemerintahan lokal. Pendidikan hukum tentang bahaya narkotika serta dorongan moral untuk tidak segan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan digalakkan secara berkesinambungan, baik melalui penyuluhan di sekolah-sekolah, pengajian, hingga forum-forum masyarakat adat. Strategi ini dilakukan untuk menembus batas-batas sosial yang kerap menjadi hambatan, terutama mengingat adanya kekhawatiran stigma dan rasa takut jika identitas pelapor sampai terungkap.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K. M.I.K melalui Kasatresnarkoba Iptu Hengki Harianto, SH,MH menyatakan, setiap laporan masyarakat akan diproses sesuai prosedur dan dijamin kerahasiaannya. Keyakinan ini perlu dibangun, demi menggerakkan partisipasi publik yang dinilai sangat krusial dalam menekan laju peredaran narkoba. Lebih jauh, perang melawan narkoba bukan hanya tugas polisi, melainkan kepentingan bersama semua pihak yang peduli pada masa depan daerah dan bangsa.

Apresiasi atas meningkatnya pengungkapan kasus juga datang dari berbagai elemen, salah satunya Ketua DPD LSM Penjara Provinsi Aceh, Pajri Gegoh Selian. Ia menilai, konsistensi aparat menindak pelaku narkoba merupakan bukti serius komitmen negara melindungi masyarakat, khususnya generasi muda yang rentan terjebak dalam pusaran barang terlarang tersebut. Langkah represif aparat, jika diimbangi dengan upaya preventif dan edukasi yang kuat di lini masyarakat, diyakini mampu menekan dan memutus rantai bisnis gelap yang masih membayangi kawasan Aceh Tenggara.

Dampak nyata dari upaya ini mulai terasa di sejumlah desa yang sebelumnya dikenal rawan peredaran narkotika. Aparatur desa bersama tokoh agama perlahan mampu membekali masyarakat, khususnya kaum muda, dengan kesadaran tentang bahaya narkoba serta cara antisipasi sejak dini. Aktivitas sosial dan keagamaan kembali digiatkan sebagai filter sosial, sementara jaringan komunikasi dengan aparat mulai diperkuat.

Namun, perang panjang melawan narkoba jauh dari akhir. Modus operandi para pelaku yang terus berkembang, sumber pasokan yang kadang berasal dari lintas provinsi, serta tantangan geografis—dengan kontur Aceh Tenggara yang berbukit dan banyak titik-titik terpencil—masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Polres Aceh Tenggara sadar, keberhasilan hari ini harus dijaga dengan konsistensi kerja keras dan inovasi strategi ke depannya.

Di tengah gelombang ancaman narkotika yang membayangi seluruh lapisan bangsa, Aceh Tenggara kini menjadi contoh betapa sinergi antara aparat dan masyarakat dapat memperkuat benteng pertahanan dari dalam. Dalam narasi panjang pemberantasan narkoba di Indonesia, keberhasilan Polres Aceh Tenggara menunjukkan bahwa harapan untuk terbebas dari bahaya narkoba tetap ada—selama kepercayaan dan partisipasi masyarakat terus dipupuk, dan penegak hukum berpegang teguh pada integritas dan keberanian dalam menjalankan amanat. Kini, perjuangan itu terus menanti keterlibatan semua pihak, agar Aceh Tenggara kelak benar-benar terbebas dari cengkeraman barang haram dan generasi mudanya tumbuh tanpa bayang-bayang kecemasan akan narkotika.

(Red)

Berita Terkait

Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri dan Polda Aceh Diminta Turun dan Hentikan Proyek PT Horas Bangun Persada Jika Legalitas Material Tak Sah
Peredaran Ganja Dibongkar, Polres Aceh Tenggara Amankan 3 Pelaku dan 708,82 Gram Barang Bukti
Waka Polres Aceh Tenggara Buka Perkemahan Bakti Sosial ke-III Saka Bhayangkara di Ketambe
Informasi Warga Ditindaklanjuti, Tim Gabungan Polres Aceh Tenggara Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Lawe Alas
Bukan Hanya Mengatur Jalan, Polres Aceh Tenggara Jadi Pelindung Anak Saat Berangkat Sekolah
Keluarga Besar Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara mengucapkan: Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara melaksanakan Apel Pagi pada Senin, 24 Agustus 2026, bertempat di lapangan Kantor Pertanahan Kabupaten Aceh Tenggara.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Hendak Menyerahkan Penjual Obat Keras Terlarang Daftar G, Lima Wartawan Malah Ditetapkan Tersangka oleh Polsek Teluknaga

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:48 WIB

Komunitas Suporter Bekasi Raya, Deklarasikan Sportivitas dan Komitmen Menjaga Kamtibmas

Senin, 15 Juni 2026 - 17:38 WIB

ALPETARA Deklarasikan Gerakan Pelajar Cerdas dan Peduli Kamtibmas, Tolak Tawuran serta Narkoba

Jumat, 3 Oktober 2025 - 19:01 WIB

Alumni STM se-Kota Bogor Gelar “Jum’at Berkah”, Bagikan Ratusan Makan Gratis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 13:10 WIB

Guru Besar FHUI Serukan Reformasi Menyeluruh Demi Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan

Kamis, 25 September 2025 - 15:46 WIB

Pengamat: Anggaran APBD Tangsel Prosesnya Sudah Sangat Transparan, dan Sudah Melalui Mekanisme BPK RI

Kamis, 7 Agustus 2025 - 23:59 WIB

​Khianati Sumpah Jabatan: Oknum Satpol PP Tangsel diduga Terlibat ‘Beking’ Prostitusi & Jual Miras Sitaan, Warga Resah

Kamis, 12 Juni 2025 - 00:56 WIB

Pernyataan Soal ‘Kartu ABC’ Dianggap Tak Rasional, FPII Nilai Wakil Walikota Serang Tak Layak Jadi Tokoh Publik

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Bukti Digital Ungkap Dugaan Intervensi Pejabat dalam Skandal Sumedang

Sabtu, 29 Agu 2026 - 15:15 WIB

error: Content is protected !!