KUTACANE – Sosok Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Yusrizal, ST, dikenal luas sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat, khususnya warga suku Gayo. Kedekatan itu bukan sekadar formalitas jabatan, tetapi terjalin secara alami melalui hubungan kekeluargaan dan keseharian.Munggu(22/02/2026)
Yusrizal memiliki ikatan emosional dengan masyarakat Gayo melalui sang istri yang berasal dari keluarga suku Gayo. Tak heran, dalam berbagai kesempatan, ia kerap disapa hangat dengan panggilan khas “abang ipar” atau “Lakun” — sebuah sapaan yang mencerminkan penerimaan dan rasa kekeluargaan.
Di tengah kesibukan birokrasi, Yusrizal dinilai tetap mempertahankan sikap ramah dan santun. Banyak warga mengaku bahwa setiap perjumpaan terasa akrab. Sapaan sederhana, senyum hangat, serta gaya komunikasi yang bersahaja menjadi ciri yang melekat pada dirinya.
Keberadaan Yusrizal di lingkungan Kabupaten Aceh Tenggara pun dianggap tidak asing bagi masyarakat. Ia dipandang bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga figur yang mampu membangun kedekatan sosial dengan berbagai lapisan warga.
Sikap terbuka dan pembawaan yang sopan membuatnya mudah diterima dalam beragam interaksi, baik di acara resmi pemerintahan maupun di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari. Dalam konteks sosial budaya Aceh Tenggara yang majemuk, karakter seperti ini menjadi nilai penting dalam menjaga keharmonisan.
Bagi sebagian warga, Yusrizal bukan sekadar Sekda. Ia adalah representasi pemimpin birokrasi yang tetap membumi, menghargai budaya lokal, serta mampu menghadirkan rasa kedekatan di tengah masyarakat.
(Edy Sahputra)








































