Kafilah MTQ Aceh Tenggara Diingatkan Jaga Martabat Daerah dan Tampil Kompetitif di Pidie Jaya

ZULKIFLI, S.KOM

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 15:19 WIB

50114 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE — Bupati Aceh Tenggara, H.M. Salim Fakhry, menargetkan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) daerahnya untuk menembus posisi 10 besar pada pelaksanaan MTQ ke-XXXVII tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya, 1 hingga 8 November 2025 mendatang. Target tersebut disampaikannya saat melepas keberangkatan kafilah Aceh Tenggara di kediaman pribadinya di Kute Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babussalam, Kamis (30/10).

Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Bupati menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara selama ini telah menunjukkan konsistensinya dalam mendukung pembinaan dan peningkatan kualitas para peserta MTQ, termasuk melalui pengalokasian anggaran daerah secara khusus untuk kebutuhan pelatihan dan penguatan kapasitas kafilah.

“Tahun lalu kita berada di posisi ke-23 dari 23 kabupaten/kota peserta MTQ di Simeulue. Itu sangat mengecewakan. Maka dari itu, tahun ini Aceh Tenggara harus keluar dari peringkat terbawah dan masuk ke dalam 10 besar,” ujar Salim Fakhry di hadapan peserta dan rombongan yang akan bertolak ke Pidie Jaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hasil di Simeulue menjadi pengalaman berharga sekaligus titik awal untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan serius pada MTQ tahun ini. Ia menilai target menembus sepuluh besar cukup realistis, terlebih dengan upaya dan komitmen yang telah ditunjukkan oleh berbagai pihak dalam pembinaan intensif terhadap peserta sejak jauh hari.

“Target ini bukan sekadar ambisi, tapi merupakan bagian dari tanggung jawab kita semua. Sudah waktunya Aceh Tenggara tampil dan diakui dalam ajang ini. Kafilah kita harus bisa bersaing, harus mampu menunjukkan prestasi dan memberikan kebanggaan untuk Bumi Sepakat Segenep,” tambahnya.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola dan manajemen kafilah selama kegiatan berlangsung. Ia meminta Dinas Syariat Islam sebagai penanggung jawab teknis untuk menjaga profesionalisme dan memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi terbaik, baik dari aspek kesiapan mental, fisik, maupun perilaku.

“Kadis Syariat Islam harus bertanggung jawab terhadap kafilah. Jangan sampai muncul laporan yang merugikan atau mencemarkan nama baik daerah. Kafilah kita harus menunjukkan jati diri yang bermartabat, menjaga persatuan serta menjunjung tinggi nama baik Aceh Tenggara,” kata Salim Fakhry menekankan.

Setelah menyampaikan sambutan, Bupati menyerahkan bonus kepada kafilah sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Penyerahan dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Dandim 0108 Aceh Tenggara, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, dan Ketua Mahkamah Syari’ah Kutacane. Bonus serupa juga diberikan bagi peserta MTQ sebelumnya yang telah menorehkan prestasi dalam ajang tingkat provinsi tahun 2023 di Simeulue.

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Tenggara, M. Rasadi, melaporkan bahwa untuk MTQ XXXVII kali ini, kafilah Aceh Tenggara akan mengikuti delapan cabang perlombaan. Di antaranya, Tilawah Al-Qur’an (11 peserta), Hifzhil Qur’an (18 peserta), Tafsir Bahasa Indonesia (1 peserta), Fahmil Qur’an putra dan putri (6 peserta), Syarhil Qur’an (3 peserta), Khattil Qur’an (3 peserta), Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (2 peserta), dan Hafalan Hadist (2 peserta).

Rasadi menambahkan, jumlah total kontingen yang diberangkatkan ke Pidie Jaya mencapai 70 orang, terdiri dari peserta, pelatih, official, panitia, tim keamanan, tim media dari TV Agara, hingga pendamping dan pengemudi.

MTQ XXXVII tingkat Provinsi Aceh menjadi ajang bergengsi yang bukan hanya menjadi sarana kompetisi religius antardaerah, tetapi juga forum untuk menampilkan kualitas pembinaan Al-Qur’an masing-masing wilayah. Dengan target sepuluh besar yang telah ditetapkan, Bupati Salim Fakhry berharap para peserta dapat berkompetisi secara optimal dan membawa nama baik Aceh Tenggara ke panggung prestasi yang lebih tinggi. (RED)

Berita Terkait

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan
HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory
Kapolres Bersama Waka Polres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan, Evaluasi Kinerja dan Kesiapan Jajaran
Usai Apel Pagi, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Gaktibplin, Disiplin Personel Jadi Perhatian
Jalan Mangkrak Pengaspalannya, Warga Kuning I Tagih Tanggung Jawab BPJN 3.5
BPJN 3.5 Diduga Lalai, Proyek Pengaspalan Medan-Kutacane Tanpa Penyiraman Sebabkan Warga Terdampak Debu dan Terancam Kesehatan
Kementerian PUPR Dinilai Lalai, PT Horas Bangun Persada Menang Lelang Proyek Meski Legalitas Galian C Dipertanyakan
Mabes Polri dan Polda Aceh Diminta Turun dan Hentikan Proyek PT Horas Bangun Persada Jika Legalitas Material Tak Sah

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:49 WIB

HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Kombes Reza Chairul, Dinilai Layak Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:35 WIB

Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:07 WIB

Menteri Nusron Laporkan Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Tahun 2025 kepada Komisi II DPR RI

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:15 WIB

Kementerian ATR/BPN Bersama Komisi II DPR RI Bahas Penguatan Reforma Agraria dan Optimalisasi Peran Bank Tanah

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:13 WIB

Evaluasi Semester II, Sekjen ATR/BPN Targetkan Capaian Kinerja 98% untuk Tahun 2026

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:11 WIB

Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri PKP Sepakati Program Sertipikasi Gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 13 Juli 2026 - 11:19 WIB

Terima Kajian Komnas HAM, Kementerian ATR/BPN Perkuat Penanganan Konflik Agraria Berbasis HAM

Berita Terbaru

error: Content is protected !!