Keluarga Miskin di Aceh Tenggara Tinggal di Rumah Gubuk dan Reot, Andil Pemerintah Desa Dipertanyakan.

ZULKIFLI, S.KOM

- Redaksi

Senin, 19 Mei 2025 - 19:56 WIB

50346 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane_Satu warga di desa Pulo Ndadap, Kecamatan Lawe Alas Kabupaten Aceh Tenggara tinggal di gubuk reot yang tak layak dihuni. Rumah Putra Mandari yang terbuat dari dinding kayu dan beratapkan pelepah rumbia serta berlantai kan tanah ini, berada di tengah perkebunan di desa tersebut.

Rumah gubuk dan reot yang ditinggali putra beserta 1 orang anak dan istrinya terpaksa tersungkur ketika di timpa air hujan, sebab atap rumah terbuat dari pelepah rumbia bocor tak menentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan hanya berukuran luas rumah 4×3 meter persegi, Putra Mandari dan keluarga kecilnya ini berhimpitan pada saat istirahat malam, disebabkan derai hujan yang membasahi rumah tersebut menimbulkan banjir di lantai yang hanya ber material kan tanah.

Untuk kebutuhan sehari-hari Putra Mandari hanya mengandalkan pekerjaan yang tidak menentu alias serabutan, dengan hasil yang kadang hanya mencapai 20.000 rupiah per hari nya, tentu, penghasilan yang ia dapat tidak cukup untuk menghidupi anak dan istrinya.

Lebih parahnya lagi, keluarga Putra Mandari ini tidak tersentuh bantuan dari desa. “Bahkan segala bantuan dari desa pun tidak tersentuh kepada saya, tapi untuk sementara, saya ikhlaskan dan mensyukuri apa yang ada.” Terangnya pada Minggu (18/05/2025).

Untuk mendapatkan sesuap nasi, terkadang Putra Mandari diajak berkerja oleh temannya yang merasa iba. “Kadang ada orang baik mengajak (kerja) kuli. Jadi dari situ ada sedikit penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Rusti istri Putra Mandari juga mengatakan bahwa keluarganya sering sekali mengalami hari-hari sulit. Bahkan tidak makan seharian dan terkadang makan nasi memakai Royco (Micin), dikarenakan suaminya tidak mendapatkan pekerjaan.

“Kami sudah bertahun-tahun tinggal di hutan seperti ini. Keadaan yang serba kekurangan,” ucap Rusti dengan mimik wajah sendu.

Ia berharap, agar pemerintah bisa membantu untuk memperbaiki rumahnya yang tidak layak huni bisa menjadi layak dan nyaman untuk ditempati. “Semoga saja ada bantuan dari pemerintah agar mereka bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan hidup yang lebih baik di masa depan,” katanya.

Setelah tim wartawan mengecek data Putra Mandari di halaman https://cekbansos.kemensos.go.id./ betul adanya, bahwa keluarga tersebut tidak menerima bantuan
PKH dan BPNT, hanya menerima bantuan BPJS Kesehatan.

Melihat bantuan bagi masyarakat miskin berawal dari pendataan pemerintah desa terlebih dahulu. Melihat keadaan keluarga Putra Mandari, tim media banyak ber opini bahwa pemerintah desa Pulo Ndadap tidak serius dalam men sejahterakan masyarakat secara merata.

Seharusnya pemerintah desa mampu mensurvei masyarakat desa yang tidak terjamah oleh bantuan pemerintah. Dan andil Pemerintah Kabupaten dalam kasus ini harus tegas.

(Fenra)

Berita Terkait

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
Tak Hanya Menegakkan Hukum, Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Pendidikan Lewat Program POLIDIK
Respons Cepat Polsek Bambel, Pantau Luapan Sungai Lawe Tuban dan Tanggul Jebol di Lawe Kisam
Tertib Berlalu Lintas Jadi Prioritas, Polres Aceh Tenggara Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026
Potret Buruk Penanganan Bencana Nasional, Bantuan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat di Aceh Tenggara Berujung Kekecewaan
Banjir Kembali Rendam Desa Kuning I, Tanggul Menipis Warga Khawatir Gagal Panen dan Rumah Terendam
Banjir Abadi di Jantung Aceh Tenggara, Saat Pemerintah Setempat Diam Warga Desa Kuning 1 Justru Memanggil Gubernur Jawa Barat
Kapolres Aceh Tenggara diwakili Wakapolres Hadiri Kegiatan Minggu Kasih di HKBP Maranatha,, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Investigasi Awak Media: Tidak Ditemukan Gelondongan Kayu, yang ada Gudang Bekas Somel yang Sudah Lama Tidak Beraktivitas

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal Klaem Pemerintah Pusat Turut Bertanggungjawab Atas Anjloknya APBD Kab Siak Hampir Ro. 1 Triliyun Pendidikan Kesehatan Infrastruktur Terancam jadi Korban!!!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:16 WIB

Fidiel Castro Desak Polres Ogan Ilir dan Polda Sumsel Perkuat Patroli Siber, Penyebar Fitnah Harus Diproses Sesuai Hukum

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Karhutla Berulang, Hutan Terbakar atau Sengaja Dibakar?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:45 WIB

PLN Perkuat Sinergi dengan DPRD Kepulauan Anambas untuk Tingkatkan Layanan Kelistrikan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:48 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Polsek Babussalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Sisa Panen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:41 WIB

Fidiel Castro Minta Evaluasi Kepala SD-SMP Negeri, Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Jangan Dibiarkan Berlarut-larut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Jangan Jadi Stempel Pengusaha THM! Kami Datang Bukan Untuk Didengar, Tapi Untuk Dilaksanakan!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!