Bingung Cara Jual Hasil Panen Padi ke Bulog?, Begini Caranya

ZULKIFLI, S.KOM

- Redaksi

Rabu, 9 April 2025 - 18:31 WIB

50331 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane_Perihal penetapan Harga Gabah Kering (HGK) Padi yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo baru-baru ini, dengan harga Rp. 6.500 per kilo, tentunya dengan penetapan harga tersebut banyak masyarakat yang tergiur menjual hasil panen padinya ke Bulog. Rabu (9/4/2025).

Untuk mengantisipasi kilang-kilang padi yang tidak bertanggung jawab, yang membeli gabah kering di bawah harga yang ditentukan, Kantor Cabang Bulog Kutacane menjelaskan cara menjual gabah kering padi tersebut ke masyarakat melalui Tim Media Alastanews.

Pemimpin Cabang Bulog Kutacane Fahmi Hafiza Siregar, melalui Asisten Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Ahmad Rizal Hasibuan menjelaskan, jika ada masyarakat yang ingin menjual hasil panen padinya ke Bulog Kutacane bisa langsung menghubungi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kute.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah menghubungi Babinsa Kute yang bersangkutan, Babinsa akan langsung menghubungi tim Bulog Kutacane.” Terangnya

Diketahui jika hasil panen padi masyarakat berjumlah sangat besar dan dijual ke kilang padi, membutuhkan proses pembayaran yang cukup lama, menelan 2 hari sampai 3 hari. Namun pihak Bulog menjelaskan jika masyarakat menjual hasil panennya ke Bulog Kutacane hanya memakan waktu paling lama 24 jam untuk pencairan.

Mekanisme pembayaran hasil penjualan gabah kering padi, Ahmad Rizal Hasibuan mengatakan, hasil pembayaran gabah kering padi yang dijual ke Bulog tentunya memiliki aturan yang sangat sederhana.

“Setelah tim Bulog Kutacane membeli dan menimbang hasil panen tersebut dan sudah disesuaikan hasil timbangannya terhadap pemilik gabah kering padi, maka petani tinggal menunggu pencairan.” jelasnya

Gabah yang dijual, setelah penjualan ke Bulog tim Bulog akan mengupload identitas penjual, seperti KTP dan nomor rekening pribadi Petani ke aplikasi Mitra Tani BULOG. Dalam waktu hitungan Paling lama 24 jam, hasil penjualan tersebut akan di kirimkan ke rekening pribadi petani melalui rekening resmi Bulog.

“Atau jika petani tidak memiliki rekening, bisa diwakilkan melalui rekening sanak saudara yang dipercaya.” Lanjut Ahmad Rizal Hasibuan

Rizal juga mengatakan jika ada kilang mengambil gabah kering padi ke masyarakat di bawah harga yang telah ditentukan. Maka masyarakat berhak melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwenang.

“Namun jika ada kilang mengambil lebih dari harga tersebut, diperbolehkan sebab harga lebih yang tetapkan kilang yang lebih dari 6.500 maka sudah menguntungkan masyarakat.” pukasnya

Selanjutnya ia mengungkapkan gabah kering padi yang sudah dibeli dari awal musim panen hingga saat ini, sebanyak 220.660 Kg dari petani.

(Fenra)

Berita Terkait

Ambulans Sudah Disiapkan Sejak Info Intelkam Polres, Buron Lapas Kutacane Tetap Meninggal Belum 24 Jam, Ada Apa
Bhabinkamtibmas Polsek Babul Rahmah Ajak Warga Lawe Sumur Jaga Kelestarian Hutan
Respons Informasi Warga, Polres Aceh Tenggara Ungkap Penanaman Ganja di Ketambe
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Dua Pria di Ketambe, 10 Paket Sabu Disita
Tak Hanya Menegakkan Hukum, Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Pendidikan Lewat Program POLIDIK
Respons Cepat Polsek Bambel, Pantau Luapan Sungai Lawe Tuban dan Tanggul Jebol di Lawe Kisam
Tertib Berlalu Lintas Jadi Prioritas, Polres Aceh Tenggara Gelar Operasi Patuh Seulawah 2026
Potret Buruk Penanganan Bencana Nasional, Bantuan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat di Aceh Tenggara Berujung Kekecewaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 02:08 WIB

Subuh Keliling Digelar 20 Polsek, Ini Pesan Kapolresta Pati

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:24 WIB

Dengan Sigap Petugas Rutan Jakarta Pusat Tangkap Penyelundup Diduga Barang Terlarang jenis ETOMIDATE

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Unjuk Rasa 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ini Lima Tuntutan Elemen Mahasiswa

Kamis, 24 September 2026 - 02:04 WIB

Prof DR Sutan Nasomal : Di Masa Pimpinan Prabowo, Carut Marut Hukum Dibalik Banyak Pejabat Dipenjarakan Dengan Rompi Orange

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Pengamat Tegaskan Percakapan Budi Arie Hanya Pengandaian: Jangan Dipelintir Jadi Agenda Politik*

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:49 WIB

HUT ke-81 Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN Luncurkan Tiga Program Transformasi Pelayanan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Kombes Reza Chairul, Dinilai Layak Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:35 WIB

Eric Vr: “Menolong Publik di Era Digital Adalah Menyajikan Kebenaran, Bukan Sensasi Clickbait

Berita Terbaru

Jakarta

Subuh Keliling Digelar 20 Polsek, Ini Pesan Kapolresta Pati

Selasa, 27 Okt 2026 - 02:08 WIB

error: Content is protected !!