KUTACANE — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi (LSM KOMPAK) Aceh Tenggara, Adnan Kst, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dalam menangani permasalahan banjir tahunan di ruas jalan nasional Kuning I, Kecamatan Bambel.
Selama ini, Jembatan Kuning I pada ruas jalan nasional yang menghubungkan Kutacane dengan Sumatera Utara menjadi titik langganan banjir saat hujan deras mengguyur wilayah Aceh Tenggara. Posisi dan ketinggian jembatan yang kurang memadai kerap menyebabkan sisa material kayu serta lumpur menyumbat aliran air, sehingga air meluap dan menggenangi badan jalan nasional hingga pemukiman warga sekitarnya.
Menanggapi rencana penanganan permanen dari pemerintah, Ketua LSM KOMPAK Aceh Tenggara, Adnan Kst, menyambut baik langkah progresif yang diambil oleh BPJN Aceh.
”Kami sangat mengapresiasi komitmen BPJN Aceh yang menjadikan penanganan jalan nasional di Kuning I ini sebagai salah satu prioritas utama. Ini adalah langkah nyata dalam menjawab keluhan masyarakat yang selama ini terdampak banjir,” ujar Adnan Kst,
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 BPJN Aceh, Jaya Juliadi, telah memastikan bahwa penanganan kawasan Kuning I menjadi prioritas pada Tahun Anggaran 2026. Selain pembangunan fisik jembatan baru, BPJN Aceh juga memprioritaskan pelebaran saluran drainase untuk memperlancar arus pembuangan air dan menekan risiko luapan banjir di masa mendatang.
Adapun tahapan pelaksanaan proyek jembatan senilai Rp18 miliar tersebut dijadwalkan akan segera memasuki masa lelang pada November 2026, dengan target pengerjaan fisik yang dimulai pada Desember 2026 mendatang jika tidak ada kendala teknis.
Untuk meminimalisir dampak lalu lintas selama masa pengerjaan proyek berlangsung, BPJN Aceh telah menyiapkan skema penanganan lalu lintas dengan membangun jembatan darurat tipe Bailey di samping lokasi jembatan utama. Jembatan sementara tersebut dirancang khusus agar mampu menampung beban kendaraan hingga 10–20 ton, sehingga mobilitas dan arus transportasi masyarakat Kutacane–Sumut tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Dengan dimulainya proyek strategis ini, LSM KOMPAK berharap permasalahan banjir di ruas jalan nasional Kuning I dapat teratasi secara tuntas serta mendukung kelancaran akses perekonomian masyarakat Aceh Tenggara.(Red)








































