Kutacane – Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mulai merealisasikan bantuan keuangan khusus senilai Rp3,5 miliar yang berasal dari Kota Padang Panjang, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Hingga pertengahan tahun ini, dana yang telah terserap mencapai Rp1,037 miliar atau sekitar 29,64 persen dari total pagu anggaran.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) H. Syukur Selamat Karo Karo, SE, M.Si., Ak.,mengatakan alokasi dana tersebut difokuskan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan jaringan irigasi dan pembangunan jembatan. Ketiga proyek yang menjadi prioritas utama adalah
- peningkatan jaringan irigasi Daerah Irigasi Kampung Nangka dengan nilai pagu Rp400 juta dan realisasi mencapai Rp118 juta atau 29,60 persen,
- pembangunan jembatan beton di Gaya Jaya, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, dari pagu Rp2 miliar dana yang telah terpakai sebesar Rp592,6 juta atau 29,63 persen,
- pembangunan jembatan beton Lawe Kulok, Kecamatan Lawe Bulan, dengan alokasi Rp1,1 miliar sudah terealisasi Rp326,3 juta atau 29,67 persen.
Syukur menuturkan, bantuan dari tiga daerah tersebut merupakan bentuk dukungan antardaerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur Aceh Tenggara, khususnya fasilitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti akses penghubung dan jaringan pengairan. Pemerintah Aceh Tenggara melalui BPKD memastikan pengelolaan serta penyaluran dana berjalan sesuai ketentuan, mulai dari perencanaan, penyaluran, hingga pemantauan di lapangan.
Bantuan keuangan khusus ini diharapkan menjadi stimulus pemulihan dan pembangunan infrastruktur strategis di Kabupaten Aceh Tenggara. Syukur juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung keterbukaan informasi dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawal penggunaan anggaran, demi tercapainya pembangunan berkelanjutan dan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat setempat. (RED)








































