Potret Suram Pendidikan Sekuler: Saatnya Kembali ke Solusi Islam

ALASTA NEWS

- Redaksi

Minggu, 18 Mei 2025 - 03:14 WIB

50331 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Novi Noor (Pendidik)
Hari Pendidikan Nasional seharusnya jadi momen penuh harapan—saat kita melihat ke belakang untuk belajar dari kekurangan, dan menatap ke depan dengan tekad untuk memperbaiki. Tapi apa jadinya jika peringatan itu justru dibayang-bayangi oleh peristiwa yang mencoreng wajah pendidikan kita?
Di Kutai Kartanegara, di tengah semangat refleksi Hardiknas, publik dikejutkan oleh kasus perundungan yang dilakukan oleh pelajar putri. Mereka masih SMP, namun sudah janjian lewat media sosial untuk melakukan aksi kekerasan. Lokasinya bukan di lorong sekolah atau gang gelap, tapi di tempat umum—Folder Perumahan Haji Saleh. Perilaku yang brutal, terorganisir, dan tentu saja menyedihkan.

Pertanyaannya: di mana letak salahnya? Apakah ini murni karena kurangnya pengawasan? Atau hanya soal fasilitas pendidikan yang belum merata? Sayangnya, kalau kita hanya melihat di permukaan, kita tidak akan pernah benar-benar menyelesaikan masalah ini.

Sistem Pendidikan Sekuler Sakit
Kita hidup dalam sistem pendidikan yang lahir dari rahim sekularisme yang memisahkan nilai agama dari kehidupan, termasuk dari ruang kelas. Anak-anak kita belajar matematika, IPA, dan bahasa, tapi kehilangan arah dalam hal yang paling mendasar: siapa dirinya, untuk apa ia hidup, dan bagaimana seharusnya ia bersikap sebagai manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurikulum sekuler hanya menargetkan aspek kognitif. Sementara aspek spiritual dan pembentukan kepribadian yang mulia dikesampingkan. Akibatnya, lahirlah generasi yang mungkin cerdas secara akademis, tapi rapuh secara moral. Apalagi ketika nilai-nilai liberal yang menuhankan kebebasan mutlak diadopsi dalam berbagai kebijakan. Anak-anak tumbuh dengan pola pikir bahwa mereka bebas mengekspresikan apapun, tanpa batas, tanpa tanggung jawab.

Faktor keluarga dan lingkungan memang berperan, tapi keduanya juga sedang berjuang dalam sistem yang sama. Orang tua sibuk bekerja, waktu bersama anak makin terbatas. Internet jadi pengasuh dadakan. Masyarakat pun tak lagi punya kendali sosial yang kuat karena agama tak lagi menjadi standar bersama.

Inilah realitas pahit dari pendidikan sekuler. Masalah seperti perundungan, penyimpangan moral, bahkan kekerasan remaja, bukan hanya karena kegagalan individu atau lemahnya kontrol orang tua. Ini adalah buah dari sistem yang salah sejak dasar.
Bagaimana Solusi Islam?
Islam hadir sebagai solusi yang menyeluruh. Dalam Islam, pendidikan bukan sekadar urusan transfer ilmu, tapi proses membentuk kepribadian Islam yakni pola pikir dan pola sikap yang dibangun di atas akidah. Tujuan pendidikan bukan sekadar mencetak pekerja, tapi membentuk manusia yang bertakwa, berilmu, dan berakhlak.

Islam tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan hanya pada sekolah atau keluarga. Negara juga punya peran sentral. Dalam sistem Islam (Khilafah), negara wajib menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas untuk semua rakyat. Kurikulumnya dibangun di atas nilai-nilai Islam, mengajarkan sains dan teknologi tanpa mencabut akar spiritualitas.

Lebih dari itu, Islam membangun tiga pilar kuat untuk mencegah kasus seperti perundungan: Individu yang bertakwa, sejak kecil dididik untuk mencintai Allah dan takut bermaksiat. Kontrol masyarakat, saling menasihati dan menjaga nilai kebaikan sesuai syariat Islam. Negara yang bertanggung jawab, menghadirkan sistem pendidikan, hukum, dan informasi dengan penerapan Islam secara menyeluruh di semua sektor.

Anak-anak dalam naungan sistem Islam tumbuh dengan orientasi akhirat. Mereka diajarkan bahwa setiap tindakan akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di hadapan Allah. Maka bukan hanya takut dihukum, mereka juga malu jika berbuat zalim, seperti membully temannya.

Ketika ketiga pilar ini berjalan bersama, maka akan lahir generasi yang kuat iman dan akhlaknya. Perundungan, kekerasan, dan krisis moral tidak akan menjadi tren, tapi akan dicegah sejak akarnya.

Hari ini, kita tak butuh sekadar kurikulum baru atau peringatan tahunan. Kita butuh arah baru. Sebuah sistem pendidikan yang tak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berbasis pada wahyu. Hal itu hanya bisa terwujud dalam sistem Islam yang diterapkan secara menyeluruh dalam naungan Khilafah.

Pendidikan hari ini sedang sakit, dan sistem sekuler adalah penyebab utamanya. Maka satu-satunya jalan untuk sembuh adalah kembali kepada aturan Allah yang sempurna karena hanya Islam yang mampu mencetak manusia seutuhnya. Wallahu’alam.

Berita Terkait

Tenggelamnya Mahasiswa Berpikir Kritis, Terbitlah Mahasiswa Gamers
Akankah Sejarah Kelam Aceh Berulang?
Jebakan Ilusi Nasionalisme di Balik Konflik India Pakistan
Pembangunan Perumahan Kunci Tuntaskan Kemiskinan?
Koruptor Adalah Satwa Liar Yang Paling Dilindungi di Indonesia? Ketika Uang Menjadi Tuhan, Rakyat Hanya di Jadiakn Korbannya, Akankah Nasib NKRI Bisa Bertahan 2045?
Pemilihan Rektor IAIN Lhokseumawe, Ajang Adu Kuat Dukungan Parpol
Jaksa Agung : “Negara Masih Ada”
Ramadhan Berkah Dengan Penerapan Islam Kaffah

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 19:21 WIB

Masyarakat Pining Ucapkan Terima Kasih atas Inisiasi Kapolda Aceh Bangun Jembatan Gantung

Jumat, 10 April 2026 - 00:42 WIB

Perkara Masih Sengketa, Rabusin Tegaskan Unsur Pidana Belum Sepenuhnya Terpenuhi

Kamis, 9 April 2026 - 22:36 WIB

Kasus Kayu Pinus di Gayo Lues Disorot, Rabusin Ungkap Banyak Kejanggalan dalam Proses Hukum

Rabu, 8 April 2026 - 01:01 WIB

Saat Dakwaan Dinilai Tidak Memenuhi Unsur Pidana Beranikah Hakim Memvonis Terdakwa

Senin, 6 April 2026 - 00:43 WIB

Sidang Rabusin Ariga Lingga Jadi Perhatian, DPR RI Diminta Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Hak Asasi

Minggu, 5 April 2026 - 23:57 WIB

Pasal 263 KUHP Mengintai: Rabusin Tegaskan Surat Tidak Sah Bisa Berujung Proses Pidana bagi Penerbitnya

Minggu, 5 April 2026 - 23:22 WIB

Kekuatan Bukti Dipertanyakan, Sidang Kasus Kayu di Blangkejeren Disorot Publik

Sabtu, 4 April 2026 - 21:39 WIB

Kejanggalan Surat Bukti dan Proses Hukum Rabusin Ariga Lingga Mencuat dalam Sidang Pembuktian

Berita Terbaru

error: Content is protected !!