Kutacane | Alasta News — Langit Kutacane tampak teduh, namun suasana di Lapangan Jenderal Ahmad Yani pagi itu (Senin, 10/11/2025) terasa begitu membara oleh semangat perjuangan. Ribuan peserta upacara dari berbagai unsur berdiri tegap di bawah kibaran merah putih, memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025 dengan penuh khidmat.
Di atas panggung utama yang berhias megah dengan nuansa merah putih, Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, SE., MM. tampil gagah memimpin jalannya upacara sebagai Inspektur Upacara. Suasana hening menyelimuti lapangan saat sirine dibunyikan selama 60 detik, menandai detik-detik penghormatan bagi para pahlawan bangsa. Kepala-kepala menunduk, hati tergetar, mengenang jasa mereka yang telah gugur demi kemerdekaan.
Upacara berlangsung penuh wibawa. Kapten Inf Raswan, Pasi Pers Kodim 0108/Agara bertindak sebagai Perwira Upacara, sementara Kapten Inf Jujur Lubis, Danramil 02/Bambel, memimpin barisan sebagai Komandan Upacara. Lantunan doa yang dipimpin Serda Daman Huri dan pembacaan Pembukaan UUD 1945 oleh Serda Alfirasat turut menambah kesyahduan momen bersejarah ini.
Makna Juang di Era Modern
Dalam amanatnya, Bupati Salim Fakhry membacakan pesan Menteri Sosial RI, yang mengingatkan bahwa semangat juang para pahlawan tidak boleh hanya dikenang, tetapi harus terus dihidupkan dalam setiap langkah kehidupan.
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan. Mereka bukan sekadar nama di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan bangsa hingga hari ini,” ujar Bupati dengan suara lantang namun bergetar penuh makna.
Ia menegaskan, perjuangan zaman kini bukan lagi di medan perang, melainkan di medan ilmu, pengabdian, dan empati.
Jika dulu mereka mengangkat bambu runcing, kini kita mengangkat pena, inovasi, dan semangat untuk membangun negeri. Itulah wujud perjuangan masa kini,” tambahnya.
Selaras dengan Asta Cita Nasional
Lebih lanjut, Bupati Salim Fakhry menegaskan bahwa semangat Hari Pahlawan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat ketahanan nasional, membangun kemandirian bangsa, serta menciptakan keadilan sosial.
Sebagaimana para pahlawan telah menyerahkan segalanya untuk negeri ini, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak padam — dengan bekerja, bergerak, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Forkopimda dan Elemen Masyarakat Tumpah Ruah di Lapangan
Lapangan Jenderal Ahmad Yani hari itu dipenuhi barisan rapi peserta dari TNI-Polri, ASN, pelajar, Satpol PP, Basarnas, Damkar, Pramuka, Veteran, LSM, Insan Pers, hingga masyarakat umum.
Deretan kursi tamu kehormatan turut diisi jajaran Forkopimda Aceh Tenggara, di antaranya Kasdim 0108/Agara Mayor Inf Ronny Mahendra, Kapolres AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., Ketua DPRK Denny Febrian Roza, S.STP., M.Si., dan Sekda Yusrizal, ST.
Turut hadir Ketua Pengadilan Negeri Ade Yusuf, S.H., M.H., perwakilan Kejari Rija Heri Saputra Siregar, S.H., Ketua MAA Kasri Selian, dan Ketua Mahkamah Syariah T. Swandi, S.H.I., M.H.
Dibalut warna merah putih yang megah, suasana lapangan menjadi saksi betapa Aceh Tenggara menghormati jasa para pahlawan dengan penuh kebanggaan dan semangat persatuan.
Api Perjuangan Tak Pernah Padam
Peringatan Hari Pahlawan 2025 di Aceh Tenggara bukan sekadar seremonial, tetapi juga panggilan nurani bagi setiap anak bangsa untuk meneruskan perjuangan — dari bambu runcing menuju pena dan karya.
Semangat itu kini hidup dalam wujud kerja keras, inovasi, dan pengabdian bagi kemajuan daerah serta kejayaan Indonesia.
(Redaksi )






