YOGYAKARTA | Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan mental dengan menggandeng Indonesian Hypnosis Centre untuk menggelar pelatihan sertifikasi Transpersonal Clinical Hypnotherapy. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai latar belakang, menandai langkah penting dalam memperkuat posisi hipnoterapi sebagai praktik kesehatan mental yang berbasis ilmiah di Indonesia.
Pelatihan yang berlangsung di Fakultas Psikologi UGM ini dirancang dengan durasi yang intensif, berlangsung selama beberapa bulan sejak awal tahun hingga pertengahan tahun. Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah disepakati kedua institusi melalui nota kesepahaman pada awal tahun. Seluruh rangkaian pelatihan disusun secara ketat dan terintegrasi dengan proses akademik mahasiswa doktoral, sehingga setiap tahapan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan terstandardisasi.
Ketua Program Studi Doktor Ilmu Psikologi UGM, Edilburga Wulan Saptandari, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan keilmuan, tetapi juga mendukung riset akademik yang sedang berjalan di lingkungan kampus. Dengan pendekatan berbasis data, UGM berupaya memastikan bahwa praktik hipnoterapi yang diajarkan dan dikembangkan benar-benar memenuhi standar keilmuan yang berlaku.
Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Kwartarini Wahyu Yuniarti, menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam praktik hipnosis klinis. Ia menegaskan bahwa selama ini hipnoterapi kerap dipandang sebelah mata dan dianggap tidak rasional. Melalui pelatihan ini, UGM berupaya menghilangkan stigma tersebut dengan menekankan mitigasi keilmuan dan pembuktian akademis. Praktik hipnoterapi yang terukur dan berbasis riset diharapkan dapat diterima lebih luas oleh masyarakat dan dunia medis.
Kolaborasi antara UGM dan Indonesian Hypnosis Centre juga diarahkan untuk menguji efektivitas hipnoterapi dalam penanganan berbagai kondisi medis, mulai dari nyeri kronis, diabetes, hingga kanker. Berdasarkan data internal yang dimiliki, metode ini menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam waktu yang relatif singkat, sehingga dinilai lebih efisien dibandingkan beberapa metode konvensional lain. Hal ini menjadi salah satu alasan kuat bagi UGM untuk terus mengembangkan dan memperluas penelitian di bidang hipnoterapi.
Direktur Indonesian Hypnosis Centre, Avifi Arka, menyambut baik kerja sama ini dan menilai bahwa kolaborasi dengan UGM memberikan legitimasi yang kuat bagi para praktisi hipnoterapi di Indonesia. Kurikulum pelatihan telah disesuaikan dengan standar pendidikan nasional dan didukung oleh sertifikasi resmi, sehingga para alumni diharapkan memiliki kompetensi yang selaras dengan standar akademik. Sinergi antara dunia akademik dan praktisi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta pengakuan profesional di bidang hipnoterapi.
Sebagai institusi pendidikan yang memiliki rekam jejak riset yang kuat, UGM dinilai menjadi fondasi penting dalam pengembangan hipnoterapi berbasis sains di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kerja sama serupa di masa mendatang, sehingga kualitas layanan kesehatan mental di Indonesia dapat terus meningkat.
Langkah yang diambil UGM dan Indonesian Hypnosis Centre ini sekaligus menjadi upaya untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap hipnoterapi. Praktik ini tidak lagi dipandang sekadar hiburan, melainkan sebagai bagian dari pendekatan ilmiah yang terukur dan dapat memberikan dampak nyata bagi kesehatan mental masyarakat. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu membuka jalan bagi pengakuan yang lebih luas terhadap hipnoterapi sebagai salah satu solusi kesehatan mental yang kredibel dan berbasis bukti. (*)






